Berita Minsel
Dua Penambang Tertimbun Longsor, PT SEJ dan Basarnas Masih Berupaya Evakuasi Korban
Dua orang penambang liar yang tertimbun longsor di kawasan pertambangan emas PT SEJ di Desa Karimbow, hingga kini masih belum berhasil dievakuasi.
Penulis: Rul Mantik | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua orang penambang liar yang tertimbun longsor di kawasan pertambangan emas PT Sinar Energi Jaya (SEJ) di Desa Karimbow,
hingga kini masih belum berhasil dievakuasi.
Upaya masyarakat untuk mengevakuasi korban dengan alat seadanya, tidak berhasil.
Kini, Basarnas Minsel dan PT SEJ turun tangan untuk mengevakuasi korban.
Baca juga: Tiga Penambang Ilegal Kabur dari Rumah Singgah Isolasi di Bitung
Baca juga: IAIN Manado Gandeng IAKN Manado Jalin Kerjasama dengan UIN Sunan Ampel Surabaya
Baca juga: Rancang Program Peace-Building Research: LP2M IAIN, IAKN Manado dan LP2M UINSA Bertemu di Tomohon
Dari informasi yang disampaikan penambang lain, Identitas kedua penambang yang tertimbun adalah Melky Karuh dan Yani Lombok.
Sementara korban selamat adalah Decky Kumajas.
Menurut Humas PT SEJ, Henly Tuela, manajemen telah menerjunkan peralatan berat untuk evakuasi.
Baca juga: Kembali Nol Kasus Pasien Positif Covid-19, Lumoto: Bolmut Siap Menuju Zona Hijau
Baca juga: Masih Ingat Teh Ninih, Istri Aa Gym? Merasa Kehilangan, Kini Diceraikan Sang Suami
Baca juga: Masih Ingat Saipul Jamil? Lama Mendekam di Penjara, Kini Eks Suami Depe Ajukan PK, Sodorkan 3 Bukti
"Kami sudah terjunkan alat berat untuk evakuasi.
Tim dari Basarnas juga sudah bergabung dalam proses evakuasi," kata Henly.
Dijelaskan Henly, manajemen PT SEJ menyesalkan kejadian tertimbunnya para penambang liar di lokasi mereka beroperasi.
Baca juga: Edwin Silangen Sambut Kunjungan Silaturahmi Sekprov Gorontalo
Baca juga: Kodam XIII/Merdeka Gelar Rapim dan Apel Dansat, Pangdam: Tingkatkan Solidaritas Kepemimpinan
Baca juga: Masih Ingat Saipul Jamil? Lama Mendekam di Penjara, Kini Eks Suami Depe Ajukan PK, Sodorkan 3 Bukti
"Sudah tak terhitung banyaknya larangan yang kami sampaikan agar tidak masuk ke lokasi pertambangan, namun tidak digubris," ungkapnya.
PT SEJ, kata dia, juga menempatkan petugas kepolisian di pintu masuk kawasan tambang.
Itu untuk menghalangi masuknya penambang liar mengambil emas di wilayahnya.
"Namun, meskipun sudah dijaga, para penambang masih dapat masuk dengan melewati jalan-jalan tikus," jelasnya.
Baca juga: Dokter Hewan Lecehkan Seekor Anjing, Direkam Puaskan Penonton, Aksi Kejam Lainnya Ikut Terungkap
Baca juga: Peringatan Dini Sabtu 20 Maret 2021, BMKG: Waspadai Hujan Lebat hingga Angin Kencang di 23 Wilayah
Baca juga: Demi Pemerataan, Setiap KK Maksimal 2 Anggota yang Bisa Menjadi Penerima Kartu Prakerja
Kejadian tanah longsor itu terjadi pada Kamis (18/3/2021).