Breaking News:

Berita Bitung

Pelaku Sejarah Stadion Duasudara di Bitung, Blak-Blakkan

polemik pembayaran tahap kedua untuk lahan Stadion Duasudara bergelinding bak bola panas.

Tribun manado / Christian Wayongkere
stadion Duasudara Manembo-Nembo di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulut terus berpolemik terkait pembayaran lahan senilai Rp 5,1 miliar. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lagi, polemik pembayaran tahap kedua untuk lahan Stadion Duasudara di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari, Kota Bitung Provinsi Sulut bergelinding bak bola panas.

Terinformasi dalam waktu dekat ini, pemerintah Kota Bitung melalui kuasa pengguna anggara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Bitung akan mengeksekusi pembayaran senilai Rp 5,1 miliar.

Adapun untuk pembayaran tahap pertama sejumlah Rp 5,1 miliar kepada pemilik lahan,

sudah dilakukan pemerintah Kota Bitung pada pertengahan tahun 2020.

Baca juga: Kamera CCTV di Sepuluh Titik Siap Diuji Coba, Pemkot Dukung Program ETLE

Baca juga: Strategi Tepat di Masa Pandemi, KPR CIMB Niaga Tumbuh 5,9 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Baca juga: Sandiaga Uno Diundang Hadiri Proses Vaksinasi Covid-19 ke Pelaku Wisata Kepri

Sejumlah nama masuk dalam pusaran masalah pembayaran lahan stadion Duasudara,

sebut saja Romoy Markus Luntungan (RML) mantan Camat Bitung Tengah waktu itu dan satu di antara pelaku sejarah pembayaran lahan kebanggaan warga kota Bitung saat ini.

Kemudian ada para pemilik tanah awal, yaitu ibu Rompis Pateh dan ahli waris keluarga Luntungan Wullur yakni Pdt Rut Luntungan Ketua BPMJ GMIM Kharisma Secatam B Wangurer.

Mereka bersama aliansi masyarakat sipil (AMS), bakal blak-blakkan terkait dengan masalah ini.

Baca juga: Keroyok Perwira Kopassus, Markas Ormas Pemuda Pancasila Rata Tanah, Berawal Adu Mulut 2 Kelompok

Baca juga: Hari Ini 4 OPD di Kotamobagu Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 3 SD Halaman 84 85 89 dan 90, Buku Tematik Praja Muda Karana

Kepada wartawan Ramoy Markus Luntungan yang juga mantan Bupati Minahasa Selatan dan calon anggota DPD RI di pileg 2019, beber sejumlah fakta.

Pertama dia bilang, untuk  pembuatan sertifikat hak milik (SHM) tahun 1992 tentang tanah stadion termasuk bangunan stadionnya tak semudah itu.

stadion Duasudara Manembo-Nembo di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulut
stadion Duasudara Manembo-Nembo di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah Kecamatan Matuari Kota Bitung Provinsi Sulut (Tribun manado / Christian Wayongkere)
Halaman
1234
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved