Breaking News:

Catatan Ahmad M Sewang

Prof Dr KH Sahbuddin, Guru yang Penuh Perhatian

Sekarang kedua guruku sudah dipanggil Allah swt. ke sisi-Nya dan saya yakin mereka sedang menikmati amal kebaikan yang telah dilegacykan.

Dokumen Ahmad M Sewang
Prof Dr KH Sahbuddin 

Oleh: Ahmad M. Sewang
Guru Besar UIN Alauddin

Selama kuliah memang saya lebih banyak aktif di luar kampus seperti di Ikatan Remaja Masjid Aqsha di bawah juridiksi DPP IMMIM.

Setelah BKPRMI berdiri di Sulawesi Selatan, sayalah sekum pertamanya yang diketuai Drs. Muh Yamin Amna.

Di samping itu saya aktif di Pengajian Aqsha.

Saya sengaja pindah kos dari Jalan Andi Mappanyukki ke Jalan Maipa pada tahun 1979, dekat Masjid Aqsha, semata untuk bisa lebih konsentrasi pada pangajian.

Pada akhir Desember 1980 Pengajian Agsa sedang mengangkat Tema Tasawuf. Karena ketua umum dan sekretaris umum sedang tugas luar.

Ketua umum sedang dalam perjalanan dinas ke Jakarta dan sekretaris umum sedang lanjut studi di Prancis, maka yang aktif adalah wakil ketua.

Sedangkan Husni Djamaluddin dan saya sebagai wakil sekretaris.

Kebetulan kami mendengar Gurutta KH Sahabuddin sedang transit di Makassar dalam perjalanan dinas dari Jakarta ke Ternate.

Kami segera menemui beliau dan meminta kesiapannya memberi pengajian di Aqsha yang bertema tasawuf dengan sub tema masalah Nur Muhammad saw.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved