Breaking News:

Opini

Pandemi vs Pendidikan: Melihat Seberapa Jauh Pemerintah Menjaga Kualitas Pendidikan Sampai 2021

Terlepas dari pandemi Covid-19 yang terjadi, bidang pendidikan sudah dari awal harus berjuang untuk dapat mencapai kualitas terbaiknya di Indonesia.

Editor: Ventrico Nonutu
Indonesia.go.id
Ilustrasi - Pendidikan di Indonesia Selama Masa Pandemi 

Dalam aspek tenaga pengajar, di tahun 2021 kekurangan guru di Indonesia diprediksi mencapai angka 1.090.678 orang dengan di susul jumlah guru yang pensiun sebanyak 69.757 orang. Tahun 2022 kekurangan guru menjadi 1.167.802 orang, dengan jumlah yang pensiun 77.124 orang.

Dengan adanya kekurangan tenaga pengajar, efektivitas pengajaran akan semakin menurun. Terlebih di masa pandemi ini konsentrasi dan perhatian dari guru akan semakin sulit jika harus mengajar dengan kapasitas anak-anak dengan jumlah yang besar.

Tidak hanya terbatas perihal kuantitas, kualitas guru juga harus semakin di tingkatkan melalui pemberian tunjangan lebih yang setimpal, serta pelatihan-pelatihan yang di rasa di butuhkan. Sebab pandemic memaksa guru untuk dapat menerapkan gaya ajar baru dan beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, keluhan sering terjadi terlebih kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Ini terlihat dari rasa kekecewaan yang disampaikan oleh Menteri Nadiem Makarim ketika mendengar beberapa siswa di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menikmati bantuan kuota internet yang datang dari pemerintah.

Ini merupakan hal yang sangat disayangkan, mengingat bahwa dana yang di keluarkan pemerintah untuk bantuan kuota belajar bagi siswa/I serta tenaga pengajar sangat besar. Tercatat total anggaran pemerintah untuk program bantuan ini mencapai Rp 7.2 Trilliun.

Dalam hal ini pemerintah di berbagai program sudah cukup baik dalam meregulasi peraturan sebagai respon terkait dengan pandemic Covid-19 yang tidak terencanakan ini. Namun masih terdapat beberapa catatan penting yang harus pemerintah perhatikan.

Kesenjangan akses pendidikan yang masih sering terjadi di Indonesia adalah tanggung jawab pertama yang harus diperbaharui. Langkah ini merupakan modal utama untuk dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia secara merata.(*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved