Breaking News:

Opini

Pandemi vs Pendidikan: Melihat Seberapa Jauh Pemerintah Menjaga Kualitas Pendidikan Sampai 2021

Terlepas dari pandemi Covid-19 yang terjadi, bidang pendidikan sudah dari awal harus berjuang untuk dapat mencapai kualitas terbaiknya di Indonesia.

Editor: Ventrico Nonutu
Indonesia.go.id
Ilustrasi - Pendidikan di Indonesia Selama Masa Pandemi 

Oleh: Maria Gabriella Schlonsky & Rudi Pangidoan
Mahasiswa Hubungan Internasional, UKI Jakarta

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagai modal utama dari pembangunan serta kemajuan suatu negara, pendidikan merupakan hal yang sangat krusial dalam memegang peranan tersebut.

Pendidikan juga bukan hanya menjadi isu nasional saja, akan tetapi sudah menjadi perhatian internasional, yang ditandai dengan masuknya aspek pendidikan dalam rencana aksi global yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) nomor empat tentang Kualitas Pendidikan (Quality Education) dengan pencapaian menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.

Di Indonesia, salah satu aspek terkecil yang dapat dijadikan sebagai acuan bagaimana kualitas pendidikan berlangsung selama beberapa tahun terakhir, dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik di tahun 2019. Capaian Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Anak Usia Dini (APK PAUD) pada kelompok umur 3 hingga 6 tahun hanya menyentuh angka sebesar 36.93 persen, yang mana hal ini masih sangat jauh dari target yang telah ditentukan sebesar 77.2 persen.

Sedangkan pada kelompok umur yang lebih tua, persentase pertumbuhan mengalami penurunan di jenjang Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2018/2019 sebagai konsekuensi dari kebijakan regrouping.

Terlepas dari pandemi Covid-19 yang terjadi, bidang pendidikan sudah dari awal harus berjuang untuk dapat mencapai kualitas terbaiknya di Indonesia. Kinerja pemerintah, terlebih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus dihadapkan dengan beban yang jauh lebih besar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Pada pandemi ini kita punya kesempatan membuat perubahan-perubahan fundamental pada penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Selain budgetary reform, banyak perubahan yang telah kita lakukan dalam dua-tiga bulan, yang biasanya butuh dua-tiga tahun," ungkap Nadiem. 

Salah satu kebijakan yang dilakukan pihaknya, yakni merelaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang dapat digunakan untuk mendanai kebutuhan sesuai dengan kekhasan sekolah masing-masing.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut, di harapkan semua anak di daerah manapun bisa sekolah dan mengenyam pendidikan formal dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas tanpa terkecuali.

Meskipun demikian, beberapa tantangan terus datang menghampiri, dimulai dengan adaptasi terhadap perubahan gaya belajar dan kurikulum, keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas belajar seperti laptop maupun telepon genggam, serta hal terpenting seperti paket data dan internet yang stabil untuk dapat mengakses kelas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved