Breaking News:

Tajuk Tamu Tribun Manado

Edit dan Ubahlah Mental dan Akhlak Kita

Saya kembali bertanya calon gubernur mana yang dimaksud. Dia menjawab bahwa kedua calon gubernur wanitanya cantik dan wajahnya mulus sekali.

ISTIMEWA
Teddy Tandaju 

Oleh:
Teddy Tandaju SE MBA (Adv)
Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unika De La Salle Manado

BEBERAPA waktu lalu saya kedatangan tamu dari Jakarta yang datang berlibur di kota tercinta kita untuk beberapa hari. Kota Manado sudah semakin dikenal luas sebagai salah satu kota wisata baik nasional maupun international; meskipun saat ini kita masih dalam suasana pandemi Covid-19, tetap tidak mengurangi rasa berkunjung para wisatawan untuk menghabiskan waktu di kota yang dikenal dengan semboyan ‘torang samua basudara’ ini. Sebagai tuan rumah dan warga Manado saya pun turut senang menerima kedatangan saudara ini dan bersedia mengajak jalan-jalan dengan tetap mengikuti prosedur tetap pencegahan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.

Suatu siang, saya menemani mereka berkeliling kota, mengingat ini merupakan kunjungan pertama di kota ‘Tinutuan’ ini, dan saya ingin mereka dapat menikmati pemandangan kota Manado sebanyak mungkin sebelum mereka kembali ke Jakarta.

Yang menarik dalam perjalanan kami, saat salah satu dari tamu memberikan komentar tentang pajangan baliho wajah para calon Gubernur Sulut dan Wali Kota Manado.

“Cantik banget calon gubernur wanitanya, ya. Emang bener tuh kata temen-temen kalo wanita Manado terkenal dengan kecantikan wajahnya.”

Saya kembali bertanya calon gubernur mana yang dimaksud. Dia menjawab bahwa kedua calon gubernur wanitanya cantik dan wajahnya mulus sekali. “Apa memang wajahnya seperti itu yah atau telah diedit?” tambahnya.

Saya jawab saja secara santai, “Nggak tahu yah, karena saya belum pernah bertatap muka secara langsung dengan keduanya.”

Sangat jelas kedua calon gubernur yang dimaksud terlihat sangat menarik dalam baliho yang terpajang di seluruh penjuru Provinsi Sulawesi Utara. Saya tidak tahu apakah memang telah diedit dengan beberapa aplikasi foto editing atau memang itu wajah alaminya. Yang pasti semua orang ingin terlihat menarik dan mantap saat diambil foto, apalagi fotonya akan dipajang untuk dilihat banyak orang. Sudah pasti semua akan memberikan foto dan pose tubuh yang paling ‘mantap betul’ karena foto juga merupakan suatu karya seni serta bentuk ekspresi individu.

Oleh karenanya, banyak dari kita ingin melakukan suatu ‘polesan’ wajah agar sedapat mungkin, tampilan wajah dan tubuh kita terlihat lebih cantik, ganteng, tegap dan bahkan terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Hal ini sudah pasti diingini oleh kita semua apalagi bagi mereka yang suka membagikan posting-an wajah di media sosialnya. Namun, pertanyaannya, adakah batas kewajaran dalam mengedit foto kita untuk ditampilkan secara publik yang tidak akan bersentuhan dengan ranah hukum? Saya telah berusaha mencari referensi untuk hal ini tapi tidak dapat ditemukan.

Saya jadi teringat kasus salah satu calon legislatif DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Ibu Evi Apita Maya yang dilaporkan Bapak Farouk Muhammad, mantan Kapolda NTB, gegara fotonya yang terlihat ‘terlalu cantik’ sebagaimana diberitakan pada kompasiana.com: Edit Foto "Terlalu Cantik", Pembohongan Publik?, (16 Juli 2019). Hanya karena editing foto, kasus ini harus berakhir di Makhamah Konstitusi (MK) dan menjadi viral secara nasional di masa tersebut.

Menurut pendapat pribadi saya, editing wajah itu sah-sah saja, sepanjang hal itu tidak menuju kepada suatu tahap ‘misleading’ karena editing yang terlalu ekstrem. Apalagi dengan adanya aplikas FaceApps yang beberapa waktu lalu sangat diminati warga Indonesia, membuat saya hampir tidak mengenali saudara, teman ataupun kenalan di media sosial karena editing yang terlalu jauh dari kenyataan wajahnya.

Ingin tampil cantik dan ganteng, sah-sah saja, tetapi jika editing sudah masuk ke ranah ‘menipu’ tentunya sudah di luar batas kewajaran dan cenderung dipaksakan. Bagaimana mungkin seseorang dengan usia 60 masih terlihat seperti usia 20? Tampillah dengan keadaan yang biasa saja, rawatlah wajah dan tubuh Anda secara alami dengan pola hidup sehat serta tunjangan makanan minuman yang sehat pula agar terlihat lebih muda. Yah, kita syukuri saja fisik yang ada tanpa harus mengubahnya secara ‘super extreme’. Lucu juga yah jika suatu saat saya dilaporkan ke polisi karena editing wajah saya yang terlihat seperti pria usia 18? Namun, wajarkah jika saya mengedit wajah saya yang sudah ada keriputnya menjadi pria usia 18?

Kalau kita ingin berubah dalam hidup ini, edit dan ubahlah mental serta akhlak kita untuk menjadi lebih baik. Bukankah dengan karakter dan sikap yang baik, tampilan kita akan lebih bersinar? Bukankah dengan menjaga tutur kata baik dan sikap diri yang rendah hati, tulus dan peduli terhadap sesama akan membuat tampilan wajah dan diri kita lebih muda dan ‘mulus’? Kembali pada pertanyaan saudara saya di atas, apakah para calon gubernur dan wali kota melakuan foto editing or not, amatilah wajah mereka, Anda pasti dapat menjawabnya sendiri. (*)

Baca juga: Kelompok Ali Kalora Diisolasi, PGI Minta Jemaat Doakan Para Korban

Baca juga: Tiga Atlet Menembak Bitung Sabet Medali Emas dan Perak, di Kejurnas Piala Jokowi

Baca juga: Sosok Ahmad Riza Patria, Wagub Jakarta Positif Covid-19, Kader Prabowo Terseret Polemik Acara Rizieq

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved