Kelompok Ali Kalora Diisolasi, PGI Minta Jemaat Doakan Para Korban

Pemerintah terus memburu pelaku terorisme yang membunuh empat orang warga di Desa Lembontonga

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie Tombeg
Istimewa/Facebook Anthony Purukan
Sidang Raya PGI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah terus memburu pelaku terorisme yang membunuh empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Menteri Koordinator Bidang Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa Satgas Tinombala telah mengepung  kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

Baca juga: Chord Lagu Separuh Aku - Noah: Aku Ingin Kau Merasa Kamu Mengerti Aku Mengerti Kamu

"Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengejaran dan tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi dan pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku," kata Mahfud dalam video pers yang diterima Tribun, Minggu, (29/11).

Mahfud menegaskan bahwa pelaku yang membunuh satu keluarga tersebut merupakan kelompok MIT. Kelompok tersebut merupakan sisa-sisa dari kelompok Santoso yang tewas tahun 2016 silam.

"Masih tersisa beberapa orang lagi (kelompok santoso) dan operasi Tinombala sedang mengejarnya sekarang," katanya.

Mahfud mengatakan bahwa perbuatan pelaku yang membunuh empat orang dalam satu keluarga tersebut sangat bengis dan keji.  Pemerintah menurut Mahfud akan tindak tegas pelaku tersebut.

"Pemerintah mengutuk keras terhadap pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya," pungkasnya.

Muhammadiyah menyesalkan kejadian kekerasan sadis tersebut. Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas meminta agar kasus tersebut diusut secara tuntas oleh pihak yang berwajib.

“Muhammadiyah sangat-sangat menyesalkan peristiwa yang terjadi di Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah tersebut. Untuk itu, Muhammadiyah meminta supaya masalah tersebut diusut dengan tuntas,” kata Anwar Abbas.

Anwar Abbas meyakini kejadian pembunuhan dan pembakaran terhadap warga yang diduga dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kampung Lewonu, Dusun 5 Tokelemo itu bukan tanpa alasan. “Muhammadiyah yakin hal itu terjadi tidak di dalam ruang yang kosong,” kata Anwar Abbas.

Baca juga: CHORD GITAR Takkan Terganti - Kangen Band: Ku Bersyukur Memiliki Kamu

Muhammadiyah mendesak aparat mencari faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa itu terjadi. Ketua PP Muhammadiyah itu meminta aparat turut menyelesaikan konflik dengan baik dengan agar ditemukan solusi yang dapat diterima semua pihak.

“Muhammadiyah mendesak pemerintah dan para penegak hukum untuk mencari faktor apa yang telah menyebabkan peristiwa itu terjadi dan menyelesaikannya dengan baik melalui musyawarah mufakat yang melibatkan pihak-pihak yang terkait agar ditemukan solusi yang tepat dan adil sehingga bisa diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

Kepala Desa Lemban Tongoa Deki Basalulu menceritakan, saat kejadian warga ketakutan dan suasana mencekam. Sejumlah warga lari ke hutan untuk menyelamatkan diri.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan, para pelaku juga membakar rumah warga. Tercatat, ada 7 rumah yang dibakar.

"Olah TKP dilakukan Polres Sigi Pada pukul 18.00-23.00 Wita oleh Tim Gabungan Polres Sigi yang dipimpin oleh Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama," ujar Awi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved