Breaking News:

Sampah

Raih Banyak Piala Adipura, Sampah di Bitung Sering Telat Diangkut

Kota Bitung telah menggondol 13 Piala Adipura, penghargaan karena berhasil dalam kebersihan dan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
Sampah yang berserakan dan berhamburan hingga ke badan jalan di persimpangan jalan Samsat, tepatnya di depan kantor samsat dan samping kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bitung di jalan Stadion Duasudara Manembo-Nembo Bitung, Rabu (25/11/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kota Bitung telah menggondol 13 Piala Adipura, penghargaan karena berhasil dalam kebersihan dan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Namun beberapa bulan ini, pemerintah nampaknya kewalahan menangani sampah di beberapa titik yang didapati berserakan hingga berhamburan ke badan jalan.

Seperti pantauan Tribunmanado.co.id di samping ruko yang sedang dalam pembangunan di depan Kantor Samsat dan Badan Pertanahan (BPN), jalan Stadion Duasudara Manembo-Nembo  Kecamatan Matuari.

Sampai berbagai jenis, ada sampah rumah tangga, kertas dan plastik nampak berserakan dan tak kunjung diangkat oleh mobil angkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Bitung.

Baca juga: BPJS Kesehatan Tondano Hadirkan Inovasi Pandawa Sebagai Solusi Pelayanan di Masa Pandemi

Baca juga: Pandemi Covid-19 Ubah Interaksi dan Pola Belajar, Perhimpunan Guru: Kami Dipaksa Oleh Keadaan

Baca juga: Olly Tampil Merakyat di Bolmong, Naik Bentor Susuri Pasar hingga Selfie Bersama Kaum Milenial

Padahal ketentuan yang dibuat pemerintah, sampah - sampah itu harus sudah diangkut pada pukul 6 sampai 7 pagi, ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Aertembaga.

Seorang tukang ojek yang kerap mangkal di dekat lokasi pembuangan sampah, mengeluhkan kondisi itu.

"Gara-gara sampah berserakkan, jalan jadi sempit dan kesadaran warga buang sembarangan. Belum lagi kalau hujan kerap hanyut dan di tarik anjing hingga sampah berhamburan," kata pria itu.

Baca juga: Diduga Memihak Peserta Pilkada, KPU Minsel Sidangkan 6 Petugas Pemilu

Sofyan warga Pinokalan yang setiap hari jualan aneka buah segar, asinan dan pisang ijo di seberang jalan lokasi pembuangan sampah katakan, hampir setiap hari melihat sampah yang berserakkan dan berhamburan hingga pukul 2, 3 bahkan pukul 4 sore baru diangkat.

"Saya lihat belakangan ini, sampah-sampah itu tidak menentu mereka angkat," kata Sofyan.

Meski tidak mengganggu jajakannya, keberadaan sampah-sampah itu dikuatir berdampak pada pembeli kerap ingin membeli tapi karena kondisi seperti ini mereka urungkan niat membeli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved