Breaking News:

G30S PKI

Kisah Kekejaman Milisi Sipil Gagak Hitam, Brutal Bantai Anggota PKI, Ini Pengakuan Algojonya

Gerakan 30 September atau G30S mengakibatkan banyak korban jiwa. milisi sipil dalam operasi gagak hitam yang membantai anggota PKI

Editor: Aldi Ponge
Foto/Arsip Gahetna
Pembantaian PKI 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah kekejaman milisi sipil dalam operasi gagak hitam yang membantai anggota PKI setelah peristiwa G30S PKI.

Pembantaian dilakukan secara brutal dan sadis oleh para anggota milisi ini ke PKI.

Diketahui, Gerakan 30 September atau G30S mengakibatkan banyak korban jiwa.

Bermula dari penculikan dan pembunuhan 7 Jenderal Angkatan Darat (AD).

Jika RUU Cipta Kerja Disahkan, Ini 4 Ancaman Bagi Pekerja Kantoran, Hapus Libur Mingguan?

Kecelakaan Maut, Tiga Orang Meninggal, Mobil Tabrak Truk hingga Masuk Kolong, Korban Selamat Balita

Pembantaian PKI
Pembantaian PKI (https://nkriku.com/)

Selanjutnya, sebagai bentur respon terhadap apa yang disebut G30S itu, lahirlah kebijakan pemberantasan terhadap orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan para simpatisannya.

Sehingga hal itu turut menyulut konflik sosial di Jawa dan Bali hingga menyebar ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Seusai kejadian G30S, konflik yang berujung pembunuhan terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Salah satunya adalah Operasi Gagak Hitam yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Para algojo atau penjagal muncul sebagai eksekutor untuk membunuh orang-orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) atau mereka yang dicap sebagai PKI.

Berikut adalah kesaksian seorang anggota Gagak Hitam yang Tribunnewswiki.com kutip dari Liputan Khusus Tempo edisi 1-7 Oktober 2012, 'Pengakuan Algojo 1965 '.

Ibu Tien Soeharto Gelisah saat G30S, Diberitahu Ahmad Yani Situasi Gawat, Ditinggal Pak Harto

Kebakaran Tadi Siang, Puluhan Rumah Hangus, Warga: Kita Sangat Menyayangkan Lambatnya Petuga Datang

Ilustrasi burung gagak.
Ilustrasi burung gagak. (internet)

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved