Opini
Bisnis Covid-19?
Mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan melihat geliat sektor bisnis segera menemukan model bisnisnya yang adaptif
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Penulis: Asep Rahman SKM MKes (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat, Sekretaris Lembaga Kesehatan NU Sulawesi Utara)
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Naluri seorang pebisnis akan melihat potensi pada setiap peluang.
Mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan melihat geliat sektor bisnis segera menemukan model bisnisnya yang adaptif.
Contohnya, Tole (Toko Online) Manado dan Pasar Bersehati dot com merupakan contoh karya pengusaha lokal Sulawesi Utara yang melakukan evolusi usaha menuju digitalisasi.
Sehingga tanpa didorong dengan kampanye ‘the new normal’, yang kadang justru menimbulkan salah persepsi, sektor ekonomi kita insyaallah bisa bangkit dengan versi terbarunya.
Lantas, benarkah ada yang sedang berbisnis Covid-19?
Harus diakui penanganan Covid-19 merupakan ‘lahan basah’ karena menyerap begitu besar sumber daya finansial.
Mulai dari penanganan medis hingga langkah non-medispun, semua menghabiskan energi yang tidak sedikit, maka tidak heran perlu reorientasi anggaran dalam menghadapi pandemi Covid-19 baik skala nasional maupun daerah.
• Kepala BKPSDM Rezha Mamonto: Ibu Hamil Tidak Wajib Masuk Kantor
Semoga tidak menjadi peluang oknum tertentu untuk ‘berbisnis’ tidak etis dalam kondisi seperti ini.
Bukan saja saat pandemi, sektor kesehatan memang sudah dari sononya sudah dikenal dengan industri mahal, karena padat karya dan padat modal.
Sehingga tidak heran, industri kesehatan akan terus menjadi magnet investasi, apalagi menyerempet ke industri kosmetik.
Di sisi lain, industri kesehatan memiliki ciri khas, di mana posisi tawar-menawar dalam hukum ekonomi normal benar-benar tidak berlaku.
Seorang pasien yang membutuhkan tindakan medis darurat pastinya tidak dapat menawar harga dengan pihak rumah sakit akan tindakan yang harus dilakukan.
Berbeda dengan produk barang atau jasa lainnya, di mana barang atau jasa yang gagal produksi atau layanan kurang memuaskan bisa dengan mudahnya kita melakukan komplain ke produsen barang atau jasa tersebut.
• BW The Lagoon Manado Promo, Khusus Member Diskon 50 Persen, Ada Juga Rp 800 Ribu untuk 2 Malam
Kegagalan tindakan medis tidaklah tidak dapat dikomplain dengan dasar perlindungan konsumen, karena niat baik dari tenaga kesehatan guna melakukan tindakannya tidak boleh dibatasi dengan acaman harus sehat, tidak boleh cacat atau mati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/asep-rahman-skm-mkes-554353.jpg)