Ramadan 2020
Corona Membuka Takbir Keberagamaan
Keberagamaan artinya mengamalkan dan mengekspesikan ajaran agama dalam kehidupan
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Padahal keseluruhan ibadah dalam Islam berorientasi kepada kemanusiaan dan moralitas. Bukankah dalam pelanggaran ibadah, kafarat (sanksinya) adalah aspek kemanusiaan.
Suami-istri yang sengaja melakukan kontak seksual siang hari pada waktu puasa, dikenai sanksi, berupa memberi makan kepada orang miskin.
Ibadah yang dilanggar, tetapi hukumannya berkenaan dengan kemanusiaan. Bagaimana kalau sebaliknya? Saya belum menemukan kejahatan kemanusiaan, sanksinya adalah ibadah atau diganti dengan bacaan al-Quran dan wirid.
• Hari Buruh, Pemkab Bolmut Beri Bantuan 270 Tenaga Kerja di Lingkungan Pemerintahan Bolmut
Dari sini, kita merenung, apakah ibadah kita selama ini hanya untuk diri sendiri? Ataukah juga berimplikasi kepada nilai-nilai kemanusiaan. Jika kita memilih jawaban yang pertama, maka kita perlu memaknai dan menemukan kembali hakekat puasa, yaitu pengendalian diri.
Wabah corona ternyata membuka takbir keberagamaan kita, bahwa ternyata masih banyak diantara kita yang beribadah bukan atas dasar ilmu dan kesadaran kemanusian, tetapi lebih banyak menonjolkan kepentingan diri sendiri.
Jika kita tidak mampu mengendalikan diri, termasuk memaksakan beribadah dan berjama’ah di masjid dengan berbagai dalil dan dalih, maka saya menjadi khawatir, jangan-jangan kita tidak sedang beribadah kepada Allah, tetapi sedang mengabdi kepada diri sendiri. Semoga kekhawatiran saya keliru. Wallahu ’a’lamu bi al-shawab. (Ang)
• Tim Tarsius Bongkar Prostitusi Online, Libatkan Wanita Muda, Juga Amankan Sajam, Ini Kronologinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-sofyan-ap-kau-pengajar-iain-sultan-amai-gorontalo.jpg)