Tajuk Tamu Tribun Manado

Menulis Tidak Berakhir pada “The End”

Dengan menulis, kita menghasilkan karya. Dengan bereksperimen melalui media penulisan, kita melukiskan keabadian.

Menulis Tidak Berakhir pada “The End”
sheknows.com
Ilustrasi 

Penulis Ambrosius M Loho M.Fil, Dosen Filsafat Unika De La Salle Manado Sekaligus Pegiat Estetika

SARANA, untuk mengatakan media pembelajaran-pengetahuan dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu, tidak pernah berawal mutlak dari tradisi cerita (oral tradition) semata.

Sumber pengetahuan dalam arti tertentu tidak benar-benar berawal dari cerita turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa banyaknya sumber, referensi, tulisan dan bahkan karya-karya sastra dalam bentuk buku, juga menjadi sarana untuk mendapatkan pengetahuan.

Berbicara sumber pengetahuan, kita tidak bisa terlepas dengan apa yang yang dikenal dalam filsafat pengetahuan yaitu rasionalisme dan empirisme.

Rasionalisme menekankan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio.

Sumber pengetahuan yang berawal dari rasio itu, menekankan bahwa prosedur tertentu dari akal budi saja kita bisa sampai pada pengetahuan yang sebenarnya, yakni pengetahuan yang tidak mungkin salah.

Bagi para pendukung rasionalisme sumber pengetahuan satu-satuanya adalah akal budi.

Sementara empirisme menekankan bahwa sumber pengetahuan adalah pengalaman.

Apa yang menjadi sumber dari pengetahuan subjek adalah pengalaman.

Dengan pengalaman dimaksudkan sesuatu yang terjadi melalui dan berkat bantuan panca indera.

Halaman
1234
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved