News

Sekcam Helumo Tegaskan Tak Pernah Aniaya Bibi Kandungnya, Budi: Tangannya Patah Karena Jatuh

Namun sesampainya disana, sang bibi langsung marah-marah kepada mereka. "Terjadilah adu mulut dengan kakak saya yang inisial PK," aku dia.

Sekcam Helumo Tegaskan Tak Pernah Aniaya Bibi Kandungnya, Budi: Tangannya Patah Karena Jatuh
Istimewa
Sekcam Helumo Tegaskan Tak Pernah Aniaya Bibi Kandungnya, Budi: Tangannya Patah Karena Jatuh 

Usai melakukan aksinya, para tersangka lalu pergi dari kebun milik korban.

Fitria menjelaskan jika para pelaku melakukan hal itu karena masalah tanah.

Korban dan orang tua pelaku bersaudara kandung sebanyak enam orang.

Namun tinga diantaranya sudah meninggal.

Mereka masing-masing mendapatkan tanah dari orang tua.

Nah, tanah milik korban dijual oleh salah satu saudara kakak korban kepada BK sejauh 4 meter.

Sayangnya korban tak mengetahui jual beli tersebut, dan kakak korban yang menjual tanah kepada BK sudah meninggal.

BK pun mengklaim jika tanah milik bibinya sepanjang 4 meter adalah miliknya.

"Tapi ibu menolak karena tak tahu soal jual beli itu," kata dia.

Puncaknya korban mencabut batas tanah yang ditanam oleh BK dan peristiwa naas itu pun terjadi.

"Kami sudah pernah bahas masalah ini dengan pemdes dan camat, tapi tidak ada titik pernah temu," ungkapnya.

Ia berharap pihak kepolisian menindaktegas masalah ini.

"Tolong segera di proses, karena ibu saya sudah parah seperti ini," tegasnya.

*Polisi Mulai Periksa Saksi

Polsek Bolaang Uki menyikapi serius laporan penganiayaan terhadap Hartini Mauludu (54) warga Desa Bakida, Kecamatan Bolsel.

Hartini melaporkan oknum sekcam Helumo berinisial BU dan dua pelaku lainnya yakni PK, dan AK.

Karena sudah menganiaya dirinya hingga tangan kanannya patah saat di kebun.

Kapolsek Bolaang Uki AKP Suharno kepada Tribun Manado, Selasa (19/11/2019) mengatakan jika kasus ini sedang ditangani oleh pihaknya.

"Hari ini kita mulai panggil saksi-saksi," tegas dia.

Ia merencanakan akan memanggil dua orang pada hari ini.

"Dua dulu yang kami panggil, karena laporannya kan baru masuk," tegasnya.

Suharno mengatakan jika pihaknya masih menerapkan azas praduga tak bersalah.

"Kami kan baru dengar keterangan korban, jadi butuh saksi untuk menetapkan status seseorang," beber dia.

Perwira tiga balok ini menegaskan serius dalam menangani kasus tersebut.

"Kalau memang terbukti, maka kami akan tetapkan tersangka," tegasnya. (Nie)

BERITA TERPOPULER :

 Setelah Ahok Digadang-gadang Jadi Bos BUMN, Sandiaga Uno Dikabarkan Bakal Jadi Dirut PLN

 5 Kasus Kembar Siam Paling Terkenal di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

TONTON JUGA :

Penulis: Nielton Durado
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved