Saham Kebun Dipoles Kenaikan Harga CPO

Indeks sektor agrikultur tengah naik daun. Kendati kemarin (6/11) indeks yang beranggotakan saham-saham agri

Saham Kebun Dipoles Kenaikan Harga CPO
AFP PHOTO / ADEK BERRY
Ilustrasi kelapa sawit 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks sektor agrikultur tengah naik daun. Kendati kemarin (6/11) indeks yang beranggotakan saham-saham agri ini terkoreksi, selama lima hari perdagangan terakhir, kenaikannya mencapai 2,17%. Pergerakan indeks agri termasuk kencang, mengingat selama tahun ini, emiten kebun diterpa pelemahan harga minyak sawit (CPO).

Skema Investasi Dana Lender dari Fintech

Dalam lima hari perdagangan terakhir atau sejak Rabu pekan lalu (30/11), sejumlah saham kebun mencetak kenaikan harga tinggi. Harga DSNG naik sampai 21,39% menjadi Rp 420 per saham. Sedang harga AALI naik 8,37% menjadi Rp 12.300 per saham

Analis RHB Sekuritas Indonesia Andre Benas mengatakan, kenaikan indeks saham agrikultur dipicu sikap investor yang melihat adanya tanda-tanda perbaikan kinerja produsen CPO seiring perbaikan harga minyak sawit.

Sebulan ke belakang, harga rata-rata CPO sudah berada di RM 2.100 per metrik ton, lebih baik ketimbang Juni yang di bawah RM 2.000. Bahkan, Andre memprediksi, harga rata-rata CPO pada 2020 akan mencapai RM 2.400 per ton.

Perbaikan harga CPO ini didorong oleh beberapa hal. Pertama, ada proyeksi pasokan CPO pada 2020 tidak setinggi tahun ini. "Kalaupun naik, kemungkinan naiknya tipis, bahkan bisa juga pasokan berkurang karena kekeringan yang terjadi di 2019 dan perkebunan yang kurang diberi pupuk, sebab harga CPO dua tahun terakhir tertekan," kata dia, Rabu (6/11).

Efisiensi Mengerek Cuan CEKA

Kedua, kebijakan campuran biodiesel 30% pada BBM (B30) yang akan mulai diterapkan tahun depan oleh pemerintah dinilai akan meningkatkan permintaan CPO dari dalam negeri. Andre memprediksi, penyerapan CPO dari B30 pada 2020 bisa mencapai 10 juta ton, naik dari kisaran 3 juta ton-4 juta ton tahun ini.

Kinerja emiten

Andre memperkirakan kinerja produsen CPO membaik di sisa tahun ini. Memang, dalam laporan keuangan per September 2019, perbaikan kinerja belum terlihat. "Pasalnya, harga CPO baru naik di September. Kinerjanya belum kelihatan, tapi marginnya membaik," ucap dia.

Andre menyarankan investor mulai buy saham AALI dan LSIP dengan target harga masing-masing Rp 16.160 per saham dan Rp 1.450 per saham. Dua perusahaan ini dipilih karena berfokus pada bisnis hulu CPO. Dengan begitu, keduanya lebih cepat memperoleh untung dari adanya kenaikan harga CPO.

Bernada serupa, Analis MNC Sekuritas Jessica Sukimaja menambahkan, kenaikan indeks agrikultur ini disebabkan beberapa faktor eksternal. Antara lain melemahnya ringgit Malaysia terhadap dollar AS, serta kenaikan harga komoditas kedelai yang merupakan substitusi CPO. Jessica menyarankan investor untuk buy saham LSIP dengan target harga Rp 1.400 per saham lantaran kinerjanya sehat.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved