Saham Kebun Dipoles Kenaikan Harga CPO

Indeks sektor agrikultur tengah naik daun. Kendati kemarin (6/11) indeks yang beranggotakan saham-saham agri

AFP PHOTO / ADEK BERRY
Ilustrasi kelapa sawit 

Harga CPO Melesat Karena Produksi Turun

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melesat ke level tertingginya dalam 20 bulan. Harga komoditas ini merosot lantaran ada penurunan produksi. Selain itu, stok CPO di Indonesia dan Malaysia juga diprediksikan merosot.

Kemarin, harga CPO kontrak pengiriman Januari 2020 di Malaysia Derivative Exchange naik 1,39% menjadi
RM 2.554 per metrik ton. Dalam sepekan, harga CPO sudah menguat 2,32%.

Stok CPO di Indonesia saat ini lebih rendah ketimbang tahun lalu. Hasil survei Bloomberg memperlihatkan, stok CPO Indonesia periode September hanya 3,94 juta ton.

Waspadai Hongkong, Indonesia!

Angka ini memang lebih tinggi 3,41% ketimbang realisasi periode Agustus yang hanya 3,81 juta ton. Namun posisi tersebut lebih rendah 14,35% dari stok CPO pada periode September 2018 yang mencapai 4,60 juta ton.

Hal serupa juga terjadi di Malaysia. Produsen CPO terbesar kedua di dunia ini juga mencatatkan penurunan stok sebesar 6,61% secara tahunan menjadi 2,54 juta ton di periode Oktober. Stok tersebut juga menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir.

Sentimen lain yang membuat harga CPO kian perkasa adalah penurunan produksi. Bloomberg merilis, hasil survei produksi CPO Indonesia September sebesar 4,50 juta ton. Angka ini turun 4,26% ketimbang produksi Agustus sebanyak 4,70 juta ton.

Secara tahunan, produksi CPO Malaysia diperkirakan turun 4,08% dari 1,96 juta ton di Oktober 2018 menjadi 1,88 juta ton di akhir Oktober lalu. "Hal ini menjadi faktor utama karena biasanya produksi CPO di Oktober menjadi yang tertinggi," kata Sathia Varqa, pemilik Palm Oil Analytics di Singapura, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Selain itu, Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menuturkan penguatan CPO juga terjadi karena ekspor CPO Malaysia kembali naik, khususnya ke China. "Ekspor CPO Malaysia ke China di Oktober tumbuh 48% dibandingkan dengan bulan sebelumnya," terang Deddy.

Kenaikan ekspor CPO Malaysia juga kembali terlihat setelah ekspor pada periode 1-5 November lalu sudah mencapai 172.580 ton. Kenaikan ini menandakan permintaan CPO kembali melesat usai meredanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved