Tajuk Tamu Tribun Manado
Pemuda, Agen Perubahan Bangsa
Munculnya generasi muda yang biasa disebut generasi milenial dalam pemerintahan, membuktikan potensi anak muda yang dinamis sangat diperlukan.
Titha Aprilliawatie
Statistisi Pertama BPS Kota Manado
“BERI aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Ungkapan Bung Karno ini masih melekat kuat dalam sanubari. Untaian kata yang menggambarkan betapa generasi muda dipercaya mempunyai potensi yang luar biasa.
Tak heran, akhir-akhir ini banyak anak muda yang diberi kesempatan untuk unjuk gigi dengan dipercaya turut aktif dalam membangun bangsa.
Partisipasi tersebut beragam, salah satunya terjun ke dalam struktur pemerintahan. Misalnya saja, beberapa anak muda yang mulai muncul menghiasi DPR/MPR RI periode 2019-2024.
Atau, terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam jajaran eksekutif, yang sekaligus menjadikannya menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju.
• 4 Pesan Mendikbud Nadiem Makarim di Hari Sumpah Pemuda
Munculnya generasi muda yang biasa disebut generasi milenial dalam pemerintahan, membuktikan bahwa potensi anak muda yang dinamis sangat diperlukan di era sekarang.
Anak muda ‘zaman now’ yang memiliki pemikiran lebih terbuka, kreatif dan inovatif diyakini mampu membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.
Terlebih secara kuantitas, jumlah mereka sangat fantastis. Merujuk data Proyeksi Penduduk BPS, pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 33 persen dari penduduk Indonesia adalah generasi milenial.
• Hari Sumpah Pemuda, Duta Bahasa Sulut 2019 Ajak Anak Muda Bangga Gunakan Bahasa Indonesia
Kuantitas ini akan menjadi lebih berarti jika dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.
Salah satu indikator kualitas pembangunan manusia adalah pendidikan.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018, secara umum, pemuda Indonesia yang tamat SMA/sederajat yaitu sebesar 36,89 persen, mereka yang tamat SMP/sederajat sebesar 32,18 persen. Dan mirisnya, hanya 9,71 persen saja yang menamatkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Hal ini mengindikasikan masih rendahnya daya saing pemuda Indonesia sehingga penting bagi pemerintah untuk memperhatikan isu pendidikan, agar generasi penerus bangsa tidak hanya berhenti di jenjang SMA namun memberinya peluang untuk melanjutkan pendidikannya hingga level perguruan tinggi.
• Putra Kawanua OH Pantouw yang Punya Andil Besar Pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sehingga diharapkan kualitas pemuda Indonesia akan lebih baik di masa mendatang. Dan lebih siap dalam menghadapi persaingan global.
Selain itu, kemampuan softskill, kreativitas, serta inovasi juga perlu ditingkatkan. Anak muda harus diberi ruang berekspresi, kemudahan serta kebebasan untuk meng-eksplore kemampuannya agar melahirkan karya-karya baru yang bermanfaat dan berdaya guna sebagai sumber ekonomi baru penggerak perekonomian bangsa.
Munculnya influencer muda yang mampu memotivasi kaum milenial untuk lebih inovatif dan kreatif menjadi contoh positif.
• Inilah 13 Tokoh Pemuda Pencetus Kongres 28 Oktober 1928 Hari Sumpah Pemuda, Begini Makna Teks-nya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nadiem-makarim-berpidato-pada-hari-peringatan-sumpah-pemuda.jpg)