Hari Sumpah Pemuda, Duta Bahasa Sulut 2019 Ajak Anak Muda Bangga Gunakan Bahasa Indonesia
Hari Sumpah Pemuda, Duta Bahasa Sulawesi Utara 2019, Megumi Najoan mengajak anak-anak muda untuk mulai belajar menggunakan Bahasa Indonesia
Penulis: | Editor: Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, Duta Bahasa Sulawesi Utara 2019, Megumi Najoan mengajak anak-anak muda untuk mulai belajar menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan.
Menurut Megumi, saat ini anak-anak muda suka mencampuradukkan penggunaan Bahasa Indonesia dengan bahasa daerah dan bahasa asing.
"Jangan dicampur-campur, kedengarannya kurang indah dan baik, tuturnya kepada Tribunmanado.co.id, Senin (28/10/2019).
Gadis 19 tahun ini ingin agar Bahasa Indonesia tidak lagi menjadi asing di negara Indonesia.
"Banyak orang yang merasa malu saat salah menyebutkan bahasa asing, tapi saat salah mengucapkan Bahasa Indonesia mereka menganggap itu hal sepele," tambahnya.
Ia menyebutkan ada banyak bahasa daerah di Indonesia dan satu-satunya bahasa pemersatu hanya Bahasa Indonesia, seperti yang tercantum pada butir ketiga Sumpah Pemuda.
Gadis yang juga dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional 2019 ini memiliki dua buah program kerja untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia.
"Ada Kelapa dan Sawit. Kelapa itu Kelompok Literasi Anak Panti Asuhan, sedangkan Sawit itu Masyarakat Wajib Tahu," jelas gadis kelahiran Jepang ini.
Ia mengajarkan anak-anak di panti asuhan bagaimana caranya menulis surat dengan menggunakan perangkat elektronik.
Selain itu, gadis kelahiran 23 Desember 1999 ini juga melakukan sosialisasi melalui media sosial seperti Instagram mengenai kosakata yang terdapat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
"Sekalian promosi KBBI daring (online) dan luring (offline)," tuturnya.
Megumi juga terinspirasi oleh salah satu program acar televisi 'Tahu Gak Sih', ia menegur masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dengan memberikan kuis ringan secara spontan di jalan.
"Tanya ke masyarakat penggunaan kata yang benar itu praktek atau praktik. Secara tidak langsung itu sekaligus menegur mereka secara personal tapi dengan cara ringan," pungkas mahasiswi Universitas Sam Ratulangi ini.
Meskipun mengambil kuliah Fakultas MIPA, jurusan Matematika, tapi ia merasa senang memiliki kesempatan bisa menjadi Duta Bahasa 2019.
"Banyak pengalaman yang aku dapatkan seperti menjadi pemandu acara Balai Bahasa, siaran di TVRI dan RRI, bisa berbagi ilmu dengan teman-teman dari luar Sulut juga," katanya.