Pemilu 2019
Erick Tohir: Apa yang Terjadi di Luar Negeri Jangan Terjadi di Indonesia
Erick Thohir berharap, pelaksanaan pencoblosan di seluruh TPS se-Indonesia berlangsung aman dan lancar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir meminta masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang dan mencoblos surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ia pun berharap, pelaksanaan pencoblosan di seluruh TPS se-Indonesia berlangsung aman dan lancar
Selain itu, pihaknya juga menolak segala bentuk intimidasi di TPS.
"Kita berharap pada saat pemilihan berjalan dengan baik, profesional, transparan, dan tidak boleh ada intimidasi di lapangan," kata Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019) malam.
Erick Thohir juga mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke TPS pada pagi hari.
Namun, ia berharap masyarakat bisa datang ke TPS sebelum ditutupnya pendaftaran pencoblosan pada pukul 13.00 WIB.
Erick Thohir juga meminta masyarakat melaporkan pihak-pihak yang berupaya menghalang-halangi untuk menggunakan hak suaranya di TPS.
"Ini merupakan demokrasi yang harus dikawal. Kalau tidak ini sesuatu yg merugikan sebagai hak dari seorang anak bangsa yang perlu menyampaikan pilihannya. Itu sendiri ada UU nya, ada hukumannya juga," jelas Erick.
Hal itu dicermati oleh TKN karena pelaksanan pemilu di luar negeri terjadi sejumlah permasalahan.
Yakni, pemilih tak bisa menggunakan hal suaranya karena terbatasnya waktu dan petugas yang tak siap akibat mengbludaknya pemilih.
"Apa yang terjadi di luar negeri kita harus jaga jangan terjadi di Indonesia," ucap Erick.
Harus senang
Jelang pemungutan suara Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Moeldoko pun mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses Pemilu 2019 kepada penyelenggara pemilu.
"Kami imbau pada masyarakat mempercayakan sepenuhnya pada penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu karena mereka punya pengalaman kerja yang sangat panjang," ucap Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).
Moeldoko juga berharap masyarakat Indonesia menyambut pesta demokrasi dengan gembira dengan cara berbondong-bondong datang ke Tempat Pemumutan Suara (TPS) tanpa merasa tertekan.
Tidak lupa, Moeldoko meminta masyarakat tidak mudah termakan hoaks.
Termasuk persepsi miring delegitimasi pada penyelenggara pemilu.
"Kami berharap masyarakat Indonesia menyambut pesta demokrasi dengan rasa happy dengan bersenang hati, kan namanya pesta demokrasi. Kita harus menikmati semua dengan baik. Caranya dengan datang ke TPS tanpa merasa tertekan dan semuanya memiliki hak politik yang sebebas-bebasnya," tutur Moeldoko.
Terakhir, Moeldoko meminta semua pihak menjaga tata tertib, jangan ada tekanan kanan dan kiri serta jangan ada intimidasi.
Menurut Moeldoko, semua pihak harus menghormati situasi dengan baik, tidak ada perilaku yang merusak demokrasi.
"Pastinya TNI dan Polri menyiapkan diri dengan baik untuk menjaga stabilitas. Untuk itu tidak ada masyarakat Indonesia yang takut untuk menjalankan atau ikuti pesta demokrasi," katanya.
BERITA POPULER:
Baca: Guru Honorer Sudah 4 Kali Berhubungan Intim dengan Pelaku, Aksi ke-4 Kali Ternyata Berujung Maut!
Baca: Quick Count Pilpres 2019, 33 Lembaga Survei, Litbang Kompas Prediksi Deklarasi Hasil Pukul 16.00 WIB
Baca: Cemburu Pacar Sejenis Cintai Orang Lain, Lelaki Ini Bunuh Korban dan Buang Jasad ke Semak-Semak
TONTON JUGA:
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul TKN Jokowi-Ma'ruf: Tidak Boleh Ada Intimidasi di TPS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/erick-tohir.jpg)