Renungan Minggu
Renungan Minggu - Bertopeng : Kebaikan atau Kejahatan? (Menghayati Masa Sengsara Tuhan Yesus)
Buka topengmu ! Bila kalimat ini disampaikan kepada saudara-saudara apakah yang akan saudara lakukan? Maukah saudara membuka topengmu?
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
Di masa minggu-minggu sengsara ini mari kita belajar dari Yesus Tuhan. Bahwa Ia terus melakukan kebaikan sekalipun Ia ditolak. Bukti nyata kebaikan sejati yang dilakukanNya adalah peristiwa salib. Melalui salib, Yesus menderita, disiksa dan ditikam sehingga Ia mengalami kematian.
Suatu proses penderitaan yang teramat berat ditanggungnya. Supaya manusia yang tadinya berada dalam ketidakbaikan oleh karena dosa-dosanya, diubahkan memiliki hidup damai sejahtera dengan Allah Bapa di Sorga. Peristiwa salib merubah hidup manusia dari tidak baik menjadi baik.
Marilah kita menebarkan kebaikan sejati. Kebaikan sejati telah dicontohkan dan disempurnakan oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Lakukanlah semua kebaikan dengan hati yang tulus dan murni. Biarlah landasan kebaikan yang kita lakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan bukan kesombongan diri atau kepentingan-kepentingan duniawi. Bila kita ada dalam ketidakbaikan karena perbuatan jahat maka segeralah bertobat memohon ampun kepada Tuhan.
Ingat, pengampunan dosa itu sulit dan mahal sekali, mengapa ? Pertama, karena Bapa di Sorga memberikan AnakNya yang Tunggal Yesus Kristus untuk disalibkan, mati dan dikuburkan. Suatu pekerjaan yang luar biasa Agung dan Mulia, yang tidak dapat dikerjakan oleh siapapun manusia di dunia ini.
Kedua, manusia sering mengatakan “bukan aku ya Tuhan”, artinya manusia sering tidak mau mengakui dengan jujur kejahatan yang dilakukan. Selain itu, sekalipun manusia mengatakan, bahwa ia telah berbuat jahat namun tetap melakukan kesalahan yang sama bahkan kesalahan lebih besar dari sebelumnya. Hal ini karena manusia menganggap remeh dan tidak berharga pengampunan yang dikerjakan Yesus di kayu salib.
Akhirnya, menghayati masa sengsara Tuhan Yesus, marilah kita tersungkur di bawah kaki salibnya dan dengan sungguh mengakui dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Hendaknya kita berharap dan berserah pada Tuhan, karena kita adalah orang-orang yang layak menerima hukuman-Nya atas perbuatan salah dan dosa.
Bila kita telah menyesali kesalahan dan dosa kita maka Tuhan siap mengampuni kita karena itu, hiduplah dalam pembaharuan yang benar. Singkirkan semua kejahatan dan dosa dihati kita agar kita layak duduk sehidangan dengan Tuhan dalam perjamuan kudusnya.
Selamat merayakan masa-masa sengsara Tuhan Yesus. (*)