Renungan Minggu
Renungan Minggu - Roh Yang Mempersatukan
Trikotomi adalah ajaran yang mengatakan bahwa diri manusia terbagi menjadi tiga bagian yaitu Tubuh, Jiwa, dan Roh
Penulis: | Editor: David_Kusuma
Jadi dampak dari ketuangan Roh Kudus itu sendiri adalah meyakinkan orang-orang pada waktu itu mengenai kuasa Allah melalui Roh Kudus dan memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Lewat peristiwa Pentakosta ini sendiri orang-orang dari segala penjuru dipersatukan untuk mengenal Allah.
Hal sama seperti pemahaman Gereja Mula-Mula yang mengatakan bahwa sesungguhnya Gereja lahir pada hari Pentakosta, manakala Roh Kudus diberikan kepada manusia dengan cara yang baru untuk mengumpulkan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus dalam hubungan yang baru yaitu keselamatan yang dianugerahkan Kristus.
Saudara-saudara yang diberkati Tuhan peristiwa Pentakosta dalam pembacaan Alkitab kita ini mau menyampaikan kepada kita semua bahwa peran Roh Kudus dalam kehidupan kita sangatlah berarti, tapi ingat kita tidak bisa menguasai Roh Kudus tapi Roh Kudus yang menguasai kita untuk menjadi saksi mengenai
perbuatan-perbuatan Allah yang besar di dunia ini. Kita diperlengkapi oleh Roh Kudus untuk berkata-kata yang benar, berpikir yang benar dan bertindak yang benar dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.
Kita juga perlu memahami bahwa Roh Kudus membawa kita dalam satu kesatuan dengan persekutuan Allah bukan bukan memecah belah persekutuan kita. Hal selanjutnya adalah Allah mencintai orang-orang yang mau berkumpul dalam satu persekutuan atau yang saya bisa katakan adalah mereka yang mencintai persekutuan sebab dalam persekutuan itulah Allah menyatakan mujizatnya, dan Allah juga mencintai orang-orang yang saleh artinya mereka yang tunduk pada kehendak Allah bukan kepada kehendak manusia.
Akan tetapi kita harus menyadari bahwa kita hidup didunia yang bukan tanpa tantangan, tapi kita hidup didunia yang mengancam persekutuan kita dengan Tuhan Allah, ada banyak tawaran dunia yang bisa menjebak kita, ada banyak tawaran dunia yang bisa menghalang-halangi kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Peristiwa Pentakosta tidak diterima oleh semua orang, ayat terakhir dalam pembacaan Alkitab kita ada kalimat yang menyatakan bahwa ada orang-orang yang malahan tidak menerima persitwa Pentakosta itu dengan mengeluarkan kalimat sindiran “mereka sedang mabuk anggur” (Ay13).
Baca: Ini Komentar Pdt Marco Wagey MTh soal Gloria Tesalonika Lomboan yang Punya Karunia Penglihatan
Artinya kita akan berhadapan dengan suara-suara seperti itu ketika kita berupaya berkata-kata yang benar tentang kehendak Allah. Tapi biarlah melalui momentum perayaan hari Pentakosta ini kita bisa mulai menyadari bahwa Roh Kudus atau Roh Tuhan menginginkan kita menjaga kekudusan persekutuan di dalam Kristus termasuk Gerejanya. Amin