Debat Rematch Jokowi-Prabowo Bakal Panas, Wagub: Pemilu Ibarat Sarapan Pagi
Partai rematch, debat calon presiden 2019 dipastikan panas! Dua pasangan capres-cawapres siap adu gagasan di panggung pilpres
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Ketua Tidar Sulut, Aif Darea hakul yakin Prabowo bisa mempecundangi lawannya dalam debat tersebut. "Saya optimistis Prabowo bisa tampil prima hingga elektabilitasnya terangkat,” kata dia.
Tak banyak yang tahu jika Prabowo memiliki banyak anak binaan berdarah Kawanua. Jumlah mereka ratusan. Home basenya di Hambalang, Bogor, Jabar.
Mereka berasal dari sejumlah daerah di Minahasa dan Sangihe.
Para pemuda ini diberi beasiswa pendidikan gratis serta pekerjaan.
Banyak diantaranya tergabung dalam drum band Canka Garuda Yaksa binaan Prabowo. Jangan heran jika acara di kediaman Prabowo di Hambalang selalu ada saja atraksi budaya Kawanua. Pementasnya ya para putra Kawanua binaan Prabowo.
Nah dalam Pilpres kali ini, para putra Kawanua ini dapat tugas khusus. "Mereka dapat tugas khusus," kata Sekretaris DPD Gerindra Sulut Melky Suawa kepada tribunmanado.co.id.
Capres Harus Tegas soal Korupsi
Korupsi masih menjadi isu seksi pada debat capres kali ini. Salah satu penyakit bangsa, masih merajalela pelaku korupsi.
Mekanisme pencegahan tidak cukup kalau hanya munculnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen.
Sebab ketika lembaga ini hadir, angka korupsi terus meningkat. Kelemahan utama dalam usaha pencegahan adalah sanksi hukum yang tidak membuat efek jera para pelaku.
Sanksi selama ini hanya sebatas pada kurungan badan. Hukuman ini ternyata tidak efektif. Ada yang telah menyelesaikan hukuman penjara, namun tetap kaya raya.
Bahkan UU tidak mencabut hak-hak politik pada mantan narapidana. Sebagian masih bisa terpilih sebagai kepala daerah dan sebagian masih bisa mencalonkan diri sebagai calon legislatif.
Inilah akibat dari ketidaktegasan dalam pencegahan korupsi. Ada dua alternatif wacana yang sering diisukan bagi pelaku, yakni pemberlakuan hukuman mati atau pemiskinan.
Wacana hukuman mati masih juga banyak yang menentang karena melanggar HAM. Tindakan pemiskinan juga ditentang karena bermasalah dari sisi kemanusiaan. Oleh karena itu pencegahan korupsi terus bermasalah.
Oleh karena itu, dibutuhkan sikap dari siapa pun capres apakah akan memilih hukuman mati atau memilih tindakan pemiskinan.
Hanya dengan cara-cara seperti itu maka korupsi bisa dicegah. Sikap masing-masing capres akan sangat menentukan proses penuntasan masalah korupsi. (fin/ryo/art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wakil-gubernur-sulawesi-utara-steven-kandouw-12.jpg)