Debat Rematch Jokowi-Prabowo Bakal Panas, Wagub: Pemilu Ibarat Sarapan Pagi
Partai rematch, debat calon presiden 2019 dipastikan panas! Dua pasangan capres-cawapres siap adu gagasan di panggung pilpres
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Partai rematch, debat calon presiden 2019 dipastikan panas! Dua pasangan capres-cawapres siap adu gagasan di panggung pilpres pada Kamis (17/1/2019). Euforia debat kandidat terasa hingga ke daerah termasuk Sulawesi Utara.
Kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Bumi Nyiur Melambai telah siapkan nonton bareng.
Debat pertama dengan tema ‘Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme’ di Hotel Bidakara, Jakarta yang disiarkan langsung Kompas TV, TVRI, RRI dan RTV.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulut, Steven Kandouw mengatakan, pemilu itu pesta demokrasi. Namanya pesta harus bergembira.
"Mari kita semua sukseskan Pemilu 2019 di Sulut. Masyarakat jangan terkotak-kotak tetapi semuanya mengikuti pesta demokrasi ini dengan penuh kegembiraan dan kedamaian," kata pria yang juga Wakil Gubernur Sulut ini di Gedung DPRD Sulut, Rabu (16/1/2019).
Kata dia, masyarakat Sulut sudah biasa berpesta, termasuk pesta demokrasi. "Jadikanlah ini hal yang biasa, seperti sarapan pagi," ungkap Wagub.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019. “Ini merupakan program prioritas Pemprov Sulut,” katanya.
PDIP Sulut menyiapkan acara nonton bareng debat yang diselenggarakan KPU RI. Wakil Ketua DPD PDIP Sulut, Lucky Senduk menyampaikan, nonton bareng debat ini untuk menindaklanjuti instruksi Tim Kampanye Nasional (TKN) ke daerah.
"Nonton bareng debat capres ini akan digelar di kantor DPD PDIP Sulut (Jalan SBY di Minahasa Utara)," ujar Lucky kepada tribunmanado.co.id, Rabu (16/1/2019).
PDIP pun menyampaikan instruksi hingga kader di bawah, bahkan mengundang para calon legislatif. "DPD mengundang caleg dan simpatisan, kalau bisa juga siapkan yel-yel," ujar dia. Yel-yel pun disiapkan sehubungan tema yakni menyangkut pilpres.
Tim Pemenangan Jokowi Ma'ruf di Sulut, Lucky Senduk mengatakan, nonton bareng debat merupakan instruksi. "Instruksi ini ditujukan ke Tim Kampanye Koalisi Indonesia Kerja tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota se-Indonesia untuk melaksanakan nonton bareng tahap pertama debat capres dan cawapres di daerah masing-masing secara sukarela," ujar Lucky.
Nonton bareng, kata Lucky, turut mengundang relawan serta komunitas di daerah. "Pelaksanaan nonton bareng tersebut dapat diinfokan embuat live streaming tentang situasi nonton bareng dan melaporkan akun medsosnya ke TKN-KIK untuk dikompilasi data akun oleh Tim Media TKN-KIK," ujar dia.
Partai Gerindra Sulut juga menggelar nonton bareng debat capres di kantor DPD Partai Gerindra Sulut di Jalan Santo Yoseph Manado. "Kita akan gelar nonton bareng di kantor DPD," kata Sekretaris DPD Gerindra Sulut Melky Suawa.
Menurut Melky, noreng terbuka untuk semua pecinta pasangan Prabowo-Sandiaga. Dikatakan Suawa, noreng tersebut merupakan bentuk dukungan pada Prabowo dan Sandiaga.
"Ini bentuk dukungan kami pada Pak Prabowo," kata dia. Ungkap Suawa, noreng juga digelar saat pidato kebangsaan Prabowo beberapa hari lalu.
Ketua Tidar Sulut, Aif Darea hakul yakin Prabowo bisa mempecundangi lawannya dalam debat tersebut. "Saya optimistis Prabowo bisa tampil prima hingga elektabilitasnya terangkat,” kata dia.
Tak banyak yang tahu jika Prabowo memiliki banyak anak binaan berdarah Kawanua. Jumlah mereka ratusan. Home basenya di Hambalang, Bogor, Jabar.
Mereka berasal dari sejumlah daerah di Minahasa dan Sangihe.
Para pemuda ini diberi beasiswa pendidikan gratis serta pekerjaan.
Banyak diantaranya tergabung dalam drum band Canka Garuda Yaksa binaan Prabowo. Jangan heran jika acara di kediaman Prabowo di Hambalang selalu ada saja atraksi budaya Kawanua. Pementasnya ya para putra Kawanua binaan Prabowo.
Nah dalam Pilpres kali ini, para putra Kawanua ini dapat tugas khusus. "Mereka dapat tugas khusus," kata Sekretaris DPD Gerindra Sulut Melky Suawa kepada tribunmanado.co.id.
Capres Harus Tegas soal Korupsi
Korupsi masih menjadi isu seksi pada debat capres kali ini. Salah satu penyakit bangsa, masih merajalela pelaku korupsi.
Mekanisme pencegahan tidak cukup kalau hanya munculnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen.
Sebab ketika lembaga ini hadir, angka korupsi terus meningkat. Kelemahan utama dalam usaha pencegahan adalah sanksi hukum yang tidak membuat efek jera para pelaku.
Sanksi selama ini hanya sebatas pada kurungan badan. Hukuman ini ternyata tidak efektif. Ada yang telah menyelesaikan hukuman penjara, namun tetap kaya raya.
Bahkan UU tidak mencabut hak-hak politik pada mantan narapidana. Sebagian masih bisa terpilih sebagai kepala daerah dan sebagian masih bisa mencalonkan diri sebagai calon legislatif.
Inilah akibat dari ketidaktegasan dalam pencegahan korupsi. Ada dua alternatif wacana yang sering diisukan bagi pelaku, yakni pemberlakuan hukuman mati atau pemiskinan.
Wacana hukuman mati masih juga banyak yang menentang karena melanggar HAM. Tindakan pemiskinan juga ditentang karena bermasalah dari sisi kemanusiaan. Oleh karena itu pencegahan korupsi terus bermasalah.
Oleh karena itu, dibutuhkan sikap dari siapa pun capres apakah akan memilih hukuman mati atau memilih tindakan pemiskinan.
Hanya dengan cara-cara seperti itu maka korupsi bisa dicegah. Sikap masing-masing capres akan sangat menentukan proses penuntasan masalah korupsi. (fin/ryo/art)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wakil-gubernur-sulawesi-utara-steven-kandouw-12.jpg)