Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

6 Fakta soal Pro Kontra Isu HAM untuk Jokowi dan Prabowo Subianto

Debat capres Pilpres 2019 bertajuk Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Capres dari poros Gerindra, Prabowo Subianto berbincang dengan capres dari poros PDIP, Jokowi-JK saat acara pengundian dan penetapan nomor urut untuk pemilihan presiden Juli mendatang di kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (1/6/2014). Pada pengundian ini, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut satu sedangkan Jokowi-JK nomor urut dua. 

Untuk itu, Boni menyarankan agar Prabowo agar membuka ke publik dan menyatakan mampu menuntaskan kasus yang ada tersebut.

Baca: Fakta soal Pengemis yang Katanya Punya Harta Rp 1 Miliar

"Saya kira ini tentang seberapa cerdas pak prabowo menjelaskan persoalan di sekitar 98 bahwa ada nama lain di sekitar pak Jokowi terseret kasus yang sama ini akan membuat debat itu akan dinamis tapi publik akan menunggu konsep bernegara bagaimana capres bicara penegakan HAM secara konseptual dan konkret," jelas Boni.

2. Boni Hargens: Suara Swing Voter Akan Beralih ke Jokowi

Boni Hargens menilai debat Capres-Cawapres akan menjadi ajang merebut suara bagi pemilih milenial atau swing voter.

Boni menyebut, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga akan menghadapi tantangan menjawab soal kasus penegakan Hukum dan HAM.

Boni menyebut, suara milenial akan cenderung memilih Jokowi atau meninggalkan Prabowo.

Hal itu lantaran, Prabowo memiliki beban sejarah masa lalu terkait pelanggaran HAM.

Baca: Ini Syarat Berkunjung ke Rizieq Shihab di Rumahnya di Arab Saudi

"Untuk pemilih rasional pemilih milenial atau sewing voter mereka akan melihat pak Prabowo track record rekam jejak yang ada, tentu mereka akan berpikir dua kali untuk membuat pilihan mendukung atau tidak dan saya lebih melihat ada kecendrungan nanti pemilih rasional akan meninggalkan prabowo," kata Boni saat diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut, Boni menuding Prabowo juga mendapat dukungan dari organisasi masyarakat (Ormas) garis keras yang bisa menggerus dukungan dari kelompok milenial.

"Apalagi saat ini beliau didukung oleh ormas garis keras yang kita yakini kalau terpilih akan bisa mengambil alih peran polisi, dimana FPI dimana HTI nanti kalo Prabowo menang tentu mereka akan masuk pada ruang kekuasaan," jelas Boni.

Boni juga mempertanyakan, ketika hal tersebut terjadi apakah polisi mampu untuk menertibkan ormas yang dinilai telah melanggar aturan.

Baca: Meiva Kritisi Program Jokowi BBM Satu Harga di Kepulauan Tembus Rp 30.000, Ini Tanggapan Wagub Sulut

Seperti melakukan persekusi kepada suatu kelompok.

"Maka tantangan pak Prabowo ketika nanti adalah meyakinkan kita bahwa kebebasan sipil dan hak politik itu akan terjamin ini tidak mudah," tutup Boni.

3. BPN: Prabowo anggap biasa soal HAM

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani mengatakan pasangan capres-cawapresnya akan menganggap biasa pertanyaan soal HAM yang diajukan Jokowi-Ma'ruf.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved