Meiva Kritisi Program Jokowi BBM Satu Harga di Kepulauan Tembus Rp 30.000, Ini Tanggapan Wagub Sulut
Program andalan Presiden Joko Widodo berlabel BBM Satu Harga dikritisi wakil rakyat asal Nusa Utara, Meiva Salindeho
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Meiva Kritisi Program Jokowi BBM Satu Harga di Kepulauan Tembus Rp 30.000, Ini Tanggan Wagub Sulut
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program andalan Presiden Joko Widodo berlabel BBM Satu Harga dikritisi wakil rakyat asal Nusa Utara, Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut.
Kritisi Meiva menyebut, ia masih menemui keluhan BBM harga Rp 30.000 per liter.
Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw merespon kritisi tersebut. Ia menanggapi positif.
Penyebab BBM naik, ada dua, faktor pertama kondisi laut. Memasok BBM ke kepulauan sangat ditentukan kondisi laut
"Karena berombak, kapal tangker tidak bisa merapat," kata Wagub kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).
Baca: Meiva Salindeho Curhat Kesusahan Warga Kepulauan di Sidang Paripurna, dari Pala hingga BBM Mahal
Baca: Harga BBM Non Subsidi Turun, Ini Penjelasan Pertamina
Baca: Kombes Pol Benny Bawensel Kagum Perkembangan Kota Manado Pesat
Kedua, faktor oknum yang memanfaafkan situasi kelangkaan karena keterlambatan pasokan
"Suplai kurang, demand-nya tetap, jadi ada oknum iseng mainkan harga," ujar Mantan Ketua DPRD Sulut ini.
Kondisi ini teratasi sendiri jika kapal tangker sudah memasok BBM, harga akan kembali normal.
Situasi insedentil ini bukan menandakan BBM jadi tidak satu harga

"BBM satu harga tetap ada," kata Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini.
Meiva Salindeho, Anggota DPRD Sulut memanfaatkan Rapat Sidang Paripurna DPRD, Rabu (16/1/2019) untuk mengungkap curahan hati (curhat) kesusahan warga kepulauan.
Ketika turun reses, legislator asal Dapil Kepulauan ini mendapat keluhan dari masyarakat
Ia tahu pemerintah sudah menetapkan program BBM satu harga, tapi nyatanya harga BBM di kepulauan masih saja menembus Rp 30.000
"Ini terjadi bukan hoaks, solusinya membangun fasilitas untik mempermurah. Ini penting. Laut ganas, jangan dijadikan alasan," kata dia. (ryo)