Jalan Ringroad 3 Terancam Batal: Pembebasan Lahan Belum Beres, Pusat Bakal Tarik Dana Rp 150 Miliar
Pembangunan Jalan Ringroad 3 terancam gagal. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Sehingga kepadatan arus kendaraan di dalam kota Manado menjadi berkurang. Seperti Jalan Ringroad 1 Winangun-Kairagi dan Rongroad 2 Kairagi-Bengkol menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang bepergian.
Warga yang berasal dari arah Winangun jika ingin ke Kairagi tak perlu lagi melewati Paal 2, melainkan bisa melalui jalan itu. Begitu pula pada Ringroad 2.
Kota besar seperti Jakarta maupun kota lainnya juga membangun jalan lingkar untuk mengurai kemacetan. Sebab pertumbuhan kendaraan setiap tahunnya meningkat. Untuk itu perlu adanya jalan alternatif sebagai satu di antara solusi.
Warga Kalasey Keluhkan Harga Tanah Murah
Dua ekor sapi yang diikat menggunakan tali nilon hijau tua lahap menikmati hijaunya rumput.
Tak ada rumah ataupun bangunan.
Lokasi itu diketahui sebagai titik nol pembangunan Jalan Ringroad 3 di Desa Kalasey Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Senin (2/4/2018).
Tidak terlihat papan proyek ataupun pekerjaan proyek pemerintah.
Beberapa warga pemilik lahan ketika ditemui tribunmanado.co.id, mengaku tanah di sekitar situ sudah dibayar oleh pemerintah.
Yurni Maendong (33), warga Desa Kalasey Dua, mengatakan, lahan tersebut sudah dibayar oleh pemerintah. "Uang yang saya terima dari hasil penjualan tanah tersebut senilai Rp 30 juta," ujar Yurni.
Namun ia mengatakan, tidak menjual semua tanah di lahan itu. "Masih ada satu lahan yang saya sisakan, tapi tidak kena penggusuran," ucapnya.
Pria dua anak itu menambahkan, lahan yang disisakan itu untuk membangun usaha nanti. "Nanti saya akan bangunan usaha berdagang di sana. Kan lumayan buat tambah penghasilan," kata dia.
Senada dengan Yurni, Mikel Tangkilisan juga sudah menjual asetnya. Namun ia agak mengeluh dengan harga yang ditetapkan pemerintah. "Harganya terlalu murah, tapi saya tidak bisa berbuat banyak," bebernya.

Ia mengaku di sisi lain, anak perempuannya sebentar lagi akan ujian akhir di sebuah universitas. "Saya lagi butuh uang, anak saya sebentar lagi ujian skripsi. Jadi mau tidak mau harus dijual," akunya.
Sementara itu, Lely Tonggari, Pejabat Hukum Tua Desa Kalasey Satu mengatakan, sebagian masyarakat sudah menjual tanahnya untuk pembangunan Jalan Ringroad 3.
"Saya tak pegang data lengkapnya. Tapi yang saya tahu sudah banyak masyarakat menjual tanahnya," ujar dia. Ia menambahkan, masyarakat sangat mendukung rencana pembangunan Jalan Ringroad 3.
"Banyak yang sudah tak sabar, karena nantinya akan mendongkrak ekonomi warga di sini. Selain itu harga tanah juga akan meningkat pesat jika ada jalan tersebut," tandasnya. (ryo/fin/erv/nie)