Renungan Minggu: Ujian Iman
Dalam mengarungi hidup ini tentu kita sebagai manusia tidak boleh luput dari berbagai hal yang ditemui dan tantangan yang silih berganti.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Ada orang mengeluh dan berkata apakah Tuhan sedang menghukumnya, membiarkan pengalaman pahit ini terjadi. Ada juga yang bertanya, mengapa doa-doa saya tidak dijawab.
Walaupun kita masih tetap mengucap syukur dan tidak berani berkata sekasar Yeremia, namun sebenarnha didalam hati kita ada perasaan kecewa kepada Tuhan.
Saudara-saudara, memang tidak seharusnya kita kecewa terhadap Tuhan, sebab siapak kita sehingga merasa berhak menilai Yang Maha Kuasa?
Hamba Tuhan Ayub, ketika ia menganggap Allah tidak adil, Allah menunjukkan betapa terbatasnya pikiran Ayub dan betapa besar pekerjaan-pekerjaan Allah, sehingga Ayub tidak berhak menilai Allah.
Bagaimana dengan sikap Yeremia seperti yang disampaikan dalam cerita ini. Sesungguhnya melalui cerita kekecewan Yeremia ini menggambarkan adanya hubungan yang dekat dan terbuka antara sang nabi dengan Allah sendiri.
Karena hubungan yang begitu akrab itulah, Yeremia tidak segan-segan dan tidak takut untuk menampakkan semua perasaan dan apa yang dialaminya.
Dalam pengalaman kehidupan seseorang, ada yang berusaha menekan perasaan keceaa terhadao Tuhan dengan mengeluarkan perkataan-perkataan yang kedengarannya salah, namun sebenarnya tidak jujur.
Allah memang Tuhan Yang Mahatinggi Mahamulia, tapi Ia berkenan menjadi Bapa dan sekaligus sahabat kita, karena itu kita boleh bersikap terbuka kepada-Nya, mengungkapkan segala isi hati kita, yang manis maupun yang pahit.
Keyakinan dasar iman Kristen yaitu di dalam Yesus Kristus Allah mendatangi dunia. Manusia merasa amat dekat dengan Yesus sebagai Sang Juru Selamat dan sobat yang sejati.
Karena kedekatan kita dengan Allah maka pujian syukur kita membawa berbagai perasaan yang berkecamuk, termasuk mungkin rasa khawatir, takut, cemas yang dialami.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam perenungan di minggu-munggu sengsara ini kita semakin termotivasi betapa Yesus amat mencintai kita.
Ia telah mengalami penderitaan agar kita yang berdosa diselamatkan, karena itu hendaknya kita terus memelihara hubungan yang jujur dan terbuka dengan Dia, semakin mengenal Dia dan kehendak-Nya merespon pengorbanan-Nya bagi kita. Amin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/wanita-menangis111.jpg)