Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Teror Pok Pok di Manado

Kamis manis berubah menjadi darah dan ketegangan, saat saya nonton film itu bersama ratusan orang di Lippo Plaza Manado. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Handout/Tribunnews
SONGKO - Songko "Go Public". Hantu dari Minahasa ini menasional lewat pemutaran film "Songko" yang mulai tayang di bioskop sejak Kamis (23/4/2026).  

Wajahnya tidak kelihatan, namun bentuk jantung dan organ dalam tubuh lain bisa terlihat walaupun samar-samar.

Kemunculan Pok Pok terjadi sekitar 10 menit, kemudian sosok tersebut menghilang dengan sendirinya, entah kemana. 

Hardi Hetaria, seorang warga setempat saat diwawancarai menuturkan,  awalnya ia tidak percaya tentang keberadaan Pok Pok ini.

Namun, lantaran diajak  temannya sekitar dua hari lalu untuk menonton kejadian aneh tersebut, ia akhirnya percaya juga.

"Saya melihat sosok Pok Pok diam di atas pohon mangga," ucap dia

sembari menunjuk ke arah pohon mangga tersebut. 

Sementara itu, seorang ahli kepada wartawan menuturkan, kemunculan hari ini merupakan tindakan balas dendam dari manusia jadi-jadian ini.

"Dua hari lalu, kami sudah membunuh Pok Pok perempuannya. Sekarang datang si Pok Pok lelaki untuk meminta tumbal dari anak bayi atau orok dari warga di kampung ini," ucap ahli tanpa menyebutkan nama.

Maklum saja menurut warga setempat Pok Pok kerjaanya suka mengincar bayi yang baru lahir.

Dan seperti kebetulan, di sana ada beberapa wanita yang baru saja melahirkan bayi dan ada beberapa lagi yang sementara mengandung.

Seorang ibu, mengaku khawatir dengan kemunculan pok Pok ini.

Di titik ini, saya melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar cerita hantu. Ini adalah potret cara berpikir.

Saya kira, inilah logika mistik yang masih mencengkeram masyarakat kita.

Sesuatu yang pernah coba dilawan oleh Tan Malaka melalui gagasannya tentang Materialisme, Dialektika, dan Logika (Madilog).

Ia percaya bahwa misteri bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dipahami melalui akal dan pembuktian.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved