Opini
Dari Wisma Lorenzo, Diutus untuk Keluarga
Workshop di Wisma Lorenzo sesungguhnya bukan hanya tentang pembinaan pembina KPP. Ia adalah tentang masa depan: Gereja, masyarakat, dan kemanusiaan.
Karena itu KPP tidak boleh berhenti pada pembahasan doktrin perkawinan. KPP harus membantu pasangan mengembangkan keterampilan hidup yang konkret: komunikasi, pengendalian emosi, pengelolaan keuangan, penyelesaian konflik, pengasuhan anak, dan kemampuan membangun keintiman yang sehat. Workshop di Pineleng menjadi penting karena memperlengkapi para fasilitator untuk memahami kompleksitas persoalan keluarga modern yang semakin multidimensional.
Keluarga sebagai Sekolah Kemanusiaan
Dari perspektif antropologis, keluarga merupakan sekolah pertama kemanusiaan. Dalam keluarga, manusia pertama kali belajar mencintai dan dicintai. Dalam keluarga, manusia belajar menghargai perbedaan, mengendalikan egoisme, dan mengembangkan solidaritas.
Peter Berger menjelaskan bahwa keluarga merupakan institusi utama yang mentransmisikan nilai dan identitas kepada generasi berikutnya (Berger, The Sacred Canopy, 1967). Ketika keluarga kuat, masyarakat cenderung kuat. Sebaliknya, ketika keluarga rapuh, berbagai persoalan sosial muncul secara berantai.
Fenomena kekerasan, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, depresi remaja, bahkan krisis identitas sering memiliki keterkaitan dengan lemahnya fungsi keluarga. Karena itu memperkuat keluarga bukan hanya agenda Gereja. Ia adalah kebutuhan bangsa.
Etika Kasih yang Melampaui Egoisme
Dari perspektif etis, perkawinan merupakan sekolah pengorbanan. Budaya modern sering menempatkan kebahagiaan individual sebagai tujuan utama kehidupan. Namun perkawinan mengajarkan sesuatu yang berbeda. Cinta sejati tidak bertanya, “Apa yang saya dapatkan?” melainkan “Apa yang dapat saya berikan?”
Emmanuel Levinas menegaskan bahwa manusia menemukan dirinya melalui tanggung jawab terhadap sesama (Levinas, Totality and Infinity, 1961). Pandangan ini sejalan dengan spiritualitas Kristiani yang melihat cinta sebagai pemberian diri.
Kesetiaan dalam perkawinan bukanlah penjara kebebasan. Kesetiaan justru merupakan bentuk tertinggi dari kebebasan yang memilih untuk mencintai secara konsisten.
Pastoral yang Terarah
Workshop ini juga memiliki dimensi yuridis yang sangat penting. Kitab Hukum Kanonik menegaskan bahwa para gembala umat wajib mengusahakan agar umat beriman memperoleh bantuan yang memadai untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan perkawinan dalam semangat Kristiani (Kanon 1063). Artinya, pendampingan keluarga bukan pilihan opsional. Ia merupakan kewajiban pastoral Gereja.
Karena itu rencana Komisi Keluarga Keuskupan Manado untuk menyusun modul, silabus, materi baku KPP, dan SOP penanganan persoalan keluarga merupakan langkah visioner dan sangat strategis. Standarisasi ini penting agar kualitas pendampingan keluarga tidak bergantung pada kemampuan individu semata, tetapi memiliki arah yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan.
Gender, Martabat Perempuan, dan Keluarga Masa Depan
Sangat menarik bahwa workshop ini ditutup dengan Sosialisasi Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan KWI yang dibawakan oleh Sr Stefani Rengkuan, SJMJ. Langkah ini menunjukkan bahwa Gereja semakin menyadari pentingnya membangun relasi keluarga yang setara, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.
Paus Fransiskus dalam Amoris Laetitia menegaskan bahwa setiap bentuk dominasi, diskriminasi, dan kekerasan dalam keluarga bertentangan dengan martabat manusia yang diciptakan menurut gambar Allah (Francis, Amoris Laetitia, 2016).
Kursus Persiapan Perkawinan
Keuskupan Manado
Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia
Gereja Katolik
Keluarga Katolik
Herkulaus Mety
| Menandatangani Berita Acara Pekerjaan yang Belum Selesai Bisa Berujung Pidana Korupsi |
|
|---|
| Mengangkat Pandangan, Memulihkan Harapan: Membaca Kunjungan Paus Leo ke Spanyol |
|
|---|
| Krisis Kepercayaan: Rekonstruksi Ethos, Logos, dan Pathos Pemerintah Indonesia |
|
|---|
| Cicipan Surga Itu Adalah Bola |
|
|---|
| Istana, Buruh, dan Demokrasi yang Sedang Diuji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Herkulaus-Mety.jpg)