Opini
Cicipan Surga Itu Adalah Bola
Ketika dunia tengah gonjang ganjing, takdir menghadirkan sebuah jeda yakni Piala Dunia 2026.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Maka Tuhan menurunkan kedamaian, tapi bukan sebagai akhir, tapi sebagai sebuah cicipan.
Damai tak akan selamanya di dunia yang sudah jatuh dalam dosa.
Damai yang kekal hanya bersama Tuhan di surga.
Cicipan itu adalah sepakbola.
Kulit bundar itu tidak membawa senjata atau retorika politik.
Ia hanya membawa dirinya sendiri untuk ditendang, dikejar, dan didekap.
Namun, lewat cara yang purba itu, ia berhasil menyembuhkan hati-hati manusia yang retak.
Melalui cicipan kecil permainan ini, Tuhan seperti ingin berbisik kepada kita yang sedang cemas berjalan di atas bara dunia, bahwa air mata dan derita di dunia yang fana ini tidak akan pernah sia-sia.
Di balik tubuh yang pecah, selalu ada fajar kebangkitan yang menanti.
Di balik kulit bundar yang ditendang, ada damai yang mendekap erat hati kita manusia Indonesia, meyakinkan kita bahwa dalam genggaman Kristus yang pernah terluka, dunia yang gonjang-ganjing ini akan selalu baik-baik saja pada akhirnya.
(TribunManado.co.id/Arthur Rompis)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Suasana-nuansa-bola-di-Kuala-Jengki-Manado.jpg)