Resensi Buku
Menakar 'Imunitas' Sistem Kesehatan Nasional: Refleksi Akademis Dinamika Kebijakan Era Transformasi
Resensi buku karya Dr. Andi Surahman Batara, SKM., M.Kes berjudul Politik Kesehatan: Teori, Aktor, Sistem, dan Dinamika Kebijakan di Indonesia.
Dalam perspektif penyakit menular, sinergi antar aktor ini sangat menentukan keberhasilan program jangka panjang seperti eliminasi TBC atau pengendalian HIV.
Kebijakan yang inklusif hanya bisa lahir jika ada keseimbangan kepentingan yang berorientasi pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Relevansi digitalisasi kesehatan yang sedang digalakkan pemerintah juga mendapat porsi analisis yang mendalam.
Transformasi melalui SatuSehat bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan keputusan politik untuk menciptakan akses data yang transparan.
Namun, buku ini mengingatkan kita untuk tetap kritis terhadap proteksi data dan memastikan bahwa teknologi tidak justru menciptakan kesenjangan baru antara daerah perkotaan dan pelosok.
Sebagai dosen/akademisi, saya meyakini bahwa kontribusi terbaik akademisi adalah memberikan analisis berbasis bukti (evidence-based) untuk mendukung perbaikan sistem secara konstruktif.
Kritik yang santun dan ilmiah adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk mencetak generasi kesehatan yang sadar kebijakan.
Mahasiswa harus memahami anatomi birokrasi agar mampu melakukan advokasi yang efektif bagi pasien di masa depan.
Dalam segmen Dialog Literasi, buku ini membuka ruang diskusi antara penulis, teks, dan pembaca.
Diskusi ini penting untuk menyelaraskan pandangan antara pembuat kebijakan dan pelaksana di lapangan agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.
Melalui dialog ini, pembaca diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga aktor yang peduli pada keberlanjutan sistem kesehatan nasional.
Secara keseluruhan, buku ini adalah peta navigasi bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa sistem kesehatan kita berjalan seperti sekarang.
Penulis berhasil menyajikan teori-teori kebijakan yang rumit menjadi narasi yang mudah dipahami oleh praktisi kesehatan sekalipun.
Ini adalah literatur wajib untuk memperkuat fondasi berpikir kita dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Sebagai penutup, marilah kita jadikan literasi politik kesehatan sebagai bagian dari profesionalisme kita.
Dengan memahami dinamika kebijakan, kita dapat memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki benar-benar mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata.
Semoga karya ini menjadi pemantik perubahan menuju sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh, adil, dan berintegritas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Al-Ihksan-Agus-MKep.jpg)