Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hardiknas 2026

Refleksi Hardiknas: Ke Mana Arah Pendidikan Kita?

Setiap tanggal 2 Mei, di berbagai tempat, terutama dunia pendidikan rutin merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Dokumentasi Supriadi
SOSOK - Supriadi, S.Ag., M.Pd.I. Supriadi adalah Pengawas PAI Kementerian Agama Kota Manado, Ketua DPW AGPAII Prov. Sulawesi Utara). 

Jika kita ditelusuri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, maka akan ditemukan bahwa tujuan pendidikan nasional itu sangat jelas yaitu membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. 

Artinya, arah pendidikan kita tidak boleh hanya mencetak "robot cerdas" yang jago dan menguasai teknologi tapi miskin empati.

Arah pendidikan kita setidaknya harus mengarah pada pembentukan manusia yang moderat -yang pintar secara intelektual, namun tetap rendah hati dan menghargai keberagaman yang ada di sekitar kita-. Pun demikian sikap moderasinya dalam beragama. Memahami nilai-nilai keseimbangan, kerjasama, dan toleransi untuk diaplikasikan dalam kehidupannya.

Pendidikan yang belum menyentuh pembinaan sikap hidup yang baik dan tepat bisa dikatakan sebagai pendidikan yang belum selesai, bahkan lebih jauh sebagai pendidikan yang kehilangan ruhnya, yang hanya sekadar pengajaran tanpa esensi mendidik yang sesungguhnya.

Sungguh sebuah amanah yang sangat berat untuk mereka yang bergelut dalam dunia pendidikan.

Arah pendidikan kita sungguh sangat bergantung pada siapa yang memegang kemudi di kelas.

Guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, karena Google bisa menjawab apapun yang ditanyakan.

Karenanya, peran guru harus bergeser menjadi fasilitator, inspirator, dan teladan. Guru adalah kapten di tengah arus perubahan zaman yang dahsyat.

Bagi kita di Sulawesi Utara, ada modal sosial luar biasa yang dimiliki yaitu semangat Torang Samua Basudara.

Arah pendidikan kita ke depan diharapkan harus mampu merawat semangat ini. 

Pendidikan hendaklah menjadi alat pemersatu, dan bukan menjadi pemecah belah.

Kita ingin lulusan sekolah kita nantinya adalah orang-orang yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat dan lingkungannya, bukan hanya sekadar pencari kerja yang memegang ijazah.

Refleksi Hardiknas tahun ini adalah momentum untuk kembali ke fitrah pendidikan.

Pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Arahnya bukan sekadar mengejar skor internasional seperti PISA, tapi memastikan setiap anak didik kita merasa aman, nyaman, dan berharga di sekolahnya.

Setidaknya kita bisa pastikan bahwa "Merdeka Belajar" itu bukan hanya sebagai slogan di spanduk, tapi benar-benar menjadi nafas di setiap sudut sekolah.

Mari kita didik anak-anak kita dengan hati, agar kelak mereka mampu mengubah dunia dengan pekertinya yang luhur sebagai warisan dari generasi kita saat ini.

Selamat Hari Pendidikan Nasional. Maju terus pendidikan Indonesia, khususnya di bumi Nyiur Melambai!

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved