Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Kopra

Petani Kelapa di Manado Mulai Panik, Harga Kopra Terus Turun

Banyak petani mengaku kesulitan menutup biaya produksi akibat anjloknya harga jual kopra.

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Ferdi Guhuhuku
KOPRA - Harga kopra di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan harga ini memicu kepanikan di kalangan petani kelapa di Manado. 

Ringkasan Berita:1. Banyak petani mengaku kesulitan menutup biaya produksi akibat anjloknya harga jual kopra.
 
2. Di antaranya melalui kebijakan penyangga harga atau membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kopra lokal.
3.Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi karena petani enggan melakukan pengolahan kopra.

TRIBUNMANADO.CO.ID- Petani kelapa di Manado, Sulawesi Utara, mulai khawatir.

Lantaran harga Kopra mulai perlahan turun lagi.

Memang harganya sekarang masi pada angka Rp16 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Kopra Terkini Turun Jadi Segini Per Kilogram di Manado, Petani Kelapa Tak Dapat Untung

Padahal sebelumnya harga kopra ada pada angka Rp17 ribu per kilogram.

Angka tersebut masih pada batas normal.

Anjlok sedikit saja, petani kelapa akan merdang.

Penurunan harga ini memicu kepanikan di kalangan petani kelapa di Manado.

Banyak petani mengaku kesulitan menutup biaya produksi akibat anjloknya harga jual kopra.

“Kalau harga seperti ini, kami sudah tidak dapat untung. Bahkan untuk biaya tenaga kerja saja sudah susah,” ujar Repsi salah satu petani kelapa di sekitar Manado, Kamis (30/4/2026) saat dihubungi Tribun Manado.co.id.

Kata Repsi harga tersebut diperkirakan akan semakin turun dan akan berdampak kepada petani.

“Turunnya harga kopra juga diduga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan serta fluktuasi permintaan industri. Kondisi ini membuat posisi tawar petani semakin lemah di tingkat pengepul,” tuturnya.

Menurutnya, petani berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga

Di antaranya melalui kebijakan penyangga harga atau membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kopra lokal.

“Karena takutnya semakin turun sehingga harganya terus merosot,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa penurunan harga sudah terjadi secara bertahap sejak beberapa bulan terakhir.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi karena petani enggan melakukan pengolahan kopra.

“Cuma memang harga pasar saat ini seperti Itu jadi kita tidak bisa buat apa-apa,” pungkasnya. (FER)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Youtube Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved