Opini
Mudik dari dan Kembali Manado: Siklus Rindu Para Perantau
Dalam siklus itu, para perantau menemukan makna yang tidak sederhana: bahwa rindu bukan untuk dihindari, tetapi untuk dijaga.
Dengan doa orang tua yang masih terngiang, dengan harapan keluarga yang mereka bawa, dan dengan kekuatan baru yang tidak terlihat.
Perjalanan pulang ternyata bukan akhir, melainkan bekal untuk melangkah lagi. Manado bukan sekadar tempat merantau.
Kota ini telah menjadi bagian dari hidup mereka. Di sinilah mereka bekerja, bertahan, dan menyusun masa depan.
Kota ini mungkin tidak selalu mudah, tetapi justru di sinilah mereka belajar menjadi kuat.
Mudik akhirnya menjadi siklus yang terus berulang. Pergi untuk pulang, dan pulang untuk kembali.
Dalam siklus itu, para perantau menemukan makna yang tidak sederhana: bahwa rindu bukan untuk dihindari, tetapi untuk dijaga.
Ketika mereka kembali menginjakkan kaki di Manado, dengan langkah yang mungkin lebih berat tetapi hati yang lebih kuat, mereka tahu satu hal bahwa perjuangan ini belum selesai.
Harapan masih harus diperjuangkan dan bahwa selama masih ada tempat untuk pulang, mereka akan selalu punya alasan untuk kembali lagi ke Manado. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Sukri-Tahir-MAg.jpg)