Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Membina Karakter Murid Generasi-Z Bagian 1

Sebagai seorang guru SMA, saya bersyukur dapat bertemu, berinteraksi dan berkenalan dengan anak muda kreatif, multitasking, energik, ceria.

Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
SISWA - Sekumpulan siswa SMA Rex Mundi Manado generasi Z yang energik dan ceria berpose akrab bersama guru mereka di depan bangunan sekolah. Foto ini menggambarkan kolaborasi antargenerasi yang krusial untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang menyenangkan dan adaptif di era digital. 

Ringkasan Berita:
  • Sebagai seorang guru SMA, saya bersyukur dapat bertemu, berinteraksi dan berkenalan dengan anak anak muda yang kreatif, multitasking, energik dan ceria. 
  • Setiap tahun selalu ada yang pergi dan ada pula yang datang. 
  • Sebuah siklus yang bagi saya merupakan proses renewal yang terus menerus bagi kami para guru khususnya guru guru generasi milenial yang harus menghadapi murid-murid dari generasi Z (Gen-Z).

 

Oleh: Christian Andre Tuwo, S.Pd (Guru SMAS Katolik Rex Mundi Manado)

Sebagai seorang guru SMA, saya bersyukur dapat bertemu, berinteraksi dan berkenalan dengan anak anak muda yang kreatif, multitasking, energik dan ceria. 

Setiap tahun selalu ada yang pergi dan ada pula yang datang. 

Sebuah siklus yang bagi saya merupakan proses renewal yang terus menerus bagi kami para guru khususnya guru guru generasi milenial yang harus menghadapi murid-murid dari generasi Z (Gen-Z).

Semakin tahun bertambah saya merasa seperti sudah jauh ketinggalan dengan apa yang sedang dialami oleh generasi anak anak SMA sekarang. 

Diperlukan banyak riset untuk bisa dapat minimal mengimbangi apa yang ada dalam pikiran mereka itu pun sering kali mereka masih kurang paham dengan apa yang kami maksud. 

Informasi tentang mereka mungkin bisa didapatkan dengan cara meriset di internet tapi usia tetap menjadi faktor penentu.

Penyampaian informasi dari generasi X atau Milenial kepada generasi Z terkesan kaku dan sering sulit diterima oleh mereka meskipun apa yang disampaikan mungkin adalah hal hal yang menjadi tren di kalangan gen Z. 

Contoh, seorang guru mungkin menyisipkan beberapa lagu K-Pop, mencoba berbahasa ala ala anak Jaksel atau bahkan mungkin menari mirip artis artis tersebut di tik tok tapi bagi gen Z justru menjadi norak dan akhirnya ditertawakan. 

Memang serba salah menjadi guru di zaman sekarang.

Kesenjangan zaman antara guru dan murid menimbulkan gejolak di sekolah yang membuat murid sering kehilangan minat untuk belajar dan lebih asyik dengan dunia mereka. 

Sekolah hanya menjadi tempat yang membosankan bagi mereka--tidak lebih dari sekadar tempat untuk menghabiskan waktu sebelum akhirnya kembali ke rumah dan disibukkan dengan main game dan scrolling di medsos.

Jika sudah demikian, apakah memang anak anak muda sekarang tidak memedulikan masa depan?

Apakah mereka memang sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di sekitar mereka?

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved