Opini
Menata Ulang Definisi Kemenangan: Refleksi Idul Fitri
Satu pertanyaan mendasar sering luput dari perenungan: apa sebenarnya makna kemenangan itu? Apakah sekadar berhasil menahan lapar dan dahaga?
Maka Idul Fitri seharusnya menjadi titik awal penguatan kepedulian sosial, bukan menjadi akhir dari ritual untuk berbagi dan peduli kepada sesama.
Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menghadirkan kebahagiaan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain -terutama mereka yang terpinggirkan- atau mereka yang biasa dikategorikan dhu’afa, fuqara wal masakiin.
Di tengah realitas masyarakat modern yang cenderung materialistik, makna kemenangan sering direduksi menjadi simbol-simbol lahiriah, misalnya pakaian baru, hidangan melimpah, dan tradisi seremonial lainnya.
Tidak ada yang salah dengan itu semua, selama tidak mengaburkan esensi dari Idul Fitri.
Sebab kemenangan yang hakiki tidak terletak pada apa yang dikenakan, melainkan pada apa yang diperbaiki dalam diri. Inilah wujud introspeksi pasca Ramadhan.
Idul Fitri, yang berarti “kembali kepada fitrah”, mengandung pesan dan makna yang mendalam tentang menyucikan diri.
Fitrah bukan sekadar keadaan tanpa dosa, tetapi juga kondisi jiwa yang jernih, penuh keikhlasan, dan terbuka untuk terus bertumbuh dalam kebaikan.
Karenanya, kemenangan itu adalah sebuah proses dan bukan merupakan titik akhir. Kemenangan itu menuntut konsistensi, bukan sekadar euforia sesaat, sebagaimana lazim terjadi dalam masyarakat kita.
Ketika menata ulang definisi kemenangan, akan menjadi sebuah upaya untuk mengembalikan Idul Fitri pada ruhnya yang sejati.
Sekali lagi kemenangan bukanlah aktifitas selebrasi, melainkan tentang transformasi. Bukan pula tentang apa yang tampak, tetapi tentang apa yang mengakar dalam diri pribadi setiap Muslim.
Jika setelah Ramadhan, setiap kita menjadi pribadi yang lebih jujur, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Tuhan, maka di situlah letak kemenangan yang sesungguhnya.
Namun jika tidak, mungkin yang kita rayakan selama ini baru sebatas tradisi dan belum sepenuhnya sebagai sebuah kemenangan sebagaimana yang dituntunkan.
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Supriadi-SAg-MPdI-Pengawas-PAI-Kemenag-Kota-ManadoLO0-9.jpg)