Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Pangemanann Pramoedya

Pangemanann ini tokoh utama dalam novel Rumah Kaca karya maestro Pramoedya Ananta Toer - seri penutup dari tetralogi Pulau Buru yang legendaris.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Wikipedia/Departeman Penerangan (Deppen) - Jassin, H.B. 1962 [1953]. Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei I. Jakarta: Gunung Agung
PRAM - Pramoedya Ananta Toer. Seorang maestro sastra Indonesia. Karya-karyanya, terutama Tetralogi Buru (Bumi Manusia, dll.), merekam sejarah kolonialisme dan perjuangan nasional dengan mendalam, diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa, serta menjadikannya kandidat kuat peraih Nobel Sastra 

Ringkasan Berita:

 

Namanya agak aneh. Pangemanann. Dua N. 

Biasanya marga Pangemanan dari Minahasa hanya menggunakan satu N di akhirannya. 

Pangemanann ini tokoh utama dalam novel Rumah Kaca karya maestro Pramoedya Ananta Toer - seri penutup dari tetralogi Pulau Buru yang legendaris. 

Sewaktu pertama membaca Rumah Kaca belasan tahun lalu, saya langsung terpikat dengan sosoknya. 

Bukan karena ia Manado. Tapi karena ia rumit. 

Saya benci sekaligus sayang padanya. 

Pangemanann mirip tokoh Snape dalam buku Harry Potter karya JK Rowling - menyebalkan tapi pada akhirnya menimbulkan rasa iba dan hormat setelah pengorbanan tersembunyinya terungkap. 

Pramoedya menempatkan Pangemanann bukan dalam barisan tokoh super hero, tapi menaruhnya dalam realitas yang abu - abu , dimana manusia terlalu rumit untuk dinilai secara hitam dan putih. 

Jika Minke terlihat heroik romantik dengan berjuang untuk bangsa setelah kehilangan sang istri Annelies, Pangemanann lebih tragis problematis - seseorang yang tugasnya melenyapkan Minke, tapi hati nuraninya mengagumi 

Minke, bahkan menganggapnya sebagai panutan. 

Nama lengkapnya Jacques Pangemanann. Asli Manado. Tapi dipungut sebagai anak oleh misionaris dari Perancis. Disekolahkan di Sorbonne Prancis.

Mengabdi di kepolisian dengan karier gemilang. Salah satu prestasinya yang mencolok adalah meredakan gerombolan si Pitung. 

Pada akhirnya prestasi dan nasib membawanya ke puncak, jabatan Komisaris polisi. 

Satu - satunya orang Pribumi yang menduduki jabatan itu. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved