Catatan Seorang Jurnalis
Pangemanann Pramoedya
Pangemanann ini tokoh utama dalam novel Rumah Kaca karya maestro Pramoedya Ananta Toer - seri penutup dari tetralogi Pulau Buru yang legendaris.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Jasa Pangemanann sungguh besar bagi Belanda. Ia merupakan pencipta sejumlah metode baru untuk mencegah revolusi lahir dari ibu Pertiwi yang sudah hamil tua.
Pangemanan memperkenalkan metode intelejen dan birokrasi.
Di mana Belanda tak perlu menggerakkan tentara, cukup kertas, pena dan agen rahasia.
Pergerakan ia bunuh bukan dengan peluru.
Tapi manipulasi hukum dan pembunuhan karakter.
Pangemanan juga merancang skema "rumah kaca" di mana warga diawasi lewat skema pengarsipan dan warga merasa diawasi hingga memicu sifat pasif.
Belanda sebelum Pangemanann kerap bertindak semena-mena dengan melanggar hukum.
Tapi metode Pangemanann berlangsung di dalam koridor hukum lewat pasal pasal karet.
Ini membuat penindasan terasa legal.
Yang paling keji adalah para pahlawan tidak dibunuh dan mati sebagai pahlawan.
Mereka tetap dibiarkan hidup, tapi dilupakan.
Inilah yang dialami Minke, sepulang dari pembuangan, ia tak lagi dikenal baik keluarga maupun teman. Kekayaannya disita.
Organisasi SI yang ia dirikan mengenalnya hanya sebagai History atau His Story.
Pada akhirnya Minke mati dalam sepi.
Bahagiakan Pangemanann? Ternyata tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/PRAM-Pramoedya-Ananta-Toer-78799544.jpg)