Opini
Natal, Ekoteologi dan Multikulturalisme Sulawesi Utara
Merawat bumi adalah ibadah dan ibadah ini adalah yang paling relevan dengan masa depan anak cucu kita.
Terakhir, pendidikan lingkungan belum menjadi prioritas di lembaga-lembaga pendidikan. Sebagian besar sekolah atau madrasah masih melihat isu lingkungan sebagai acara musiman, bukan kurikulum rutin yang dihidupi secara nyata oleh warga sekolah atau madrasah.
Agar kita terhindar dari ancaman bencana di masa-masa mendatang, warga Sulut perlu memanfaatkan posisi strategis yang dimiliki daerah ini. Kita kaya dalam keberagaman agama, dan kuat dalam tradisi kerukunan.
Di saat yang bersamaan, sebagaimana banyak daerah di Indonesia, kita juga sedang menghadapi ancaman ekologis yang nyata.
Dalam konteks ini, program ekoteologi Kemenag memberikan kerangka program yang siap pakai untuk menyatukan semua kekuatan itu menjadi gerakan sosial baru.
Dengan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi, sekolah sebagai laboratorium ekologis, pemerintah daerah sebagai regulator, dan masyarakat adat sebagai penjaga kearifan lokal,
Sulut bisa menjadi provinsi pertama yang benar-benar mempraktikkan ekoteologi secara sistematis. Kita sudah terlalu lama menjadikan banjir dan sampah sebagai “takdir”.
Saatnya melihatnya sebagai tugas moral dan iman. Seperti ditegaskan dalam buku Ekoteologi Kemenag, merawat bumi adalah ibadah dan ibadah ini adalah yang paling relevan dengan masa depan anak cucu kita.
Selamat Natal, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
| Bahasa yang Ditinggalkan: Ketika Sastra Tak Lagi Menjadi Rumah Berpikir di Sekolah |
|
|---|
| Otokritik atas Turunnya Posisi Manado dalam Indeks Kota Toleran |
|
|---|
| Hari Kartini dan Tantangan Demokrasi di Bumi Nyiur Melambai |
|
|---|
| Ketika AI Semakin Akurat dari Dokter: Apa yang Terjadi pada Profesi Medis dan Kemanusiaan? |
|
|---|
| Warisan Budaya Tak Benda Harus Diapakan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Tulisan-opini-oleh-Sulaiman-Mappiasse-Dosen-IAIN-Manado.jpg)