Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Natal, Ekoteologi dan Multikulturalisme Sulawesi Utara

Merawat bumi adalah ibadah dan ibadah ini adalah yang paling relevan dengan masa depan anak cucu kita. 

Kolase
OPINI - Tulisan opini oleh Sulaiman Mappiasse, Dosen IAIN Manado. Natal, Ekoteologi dan Multikulturalisme Sulawesi Utara. 

Terakhir, pendidikan lingkungan belum menjadi prioritas di lembaga-lembaga pendidikan. Sebagian besar sekolah atau madrasah masih melihat isu lingkungan sebagai acara musiman, bukan kurikulum rutin yang dihidupi secara nyata oleh warga sekolah atau madrasah.

Agar kita terhindar dari ancaman bencana di masa-masa mendatang, warga Sulut perlu memanfaatkan posisi strategis yang dimiliki daerah ini. Kita kaya dalam keberagaman agama, dan kuat dalam tradisi kerukunan. 

Di saat yang bersamaan, sebagaimana banyak daerah di Indonesia, kita juga sedang menghadapi ancaman ekologis yang nyata. 

Dalam konteks ini, program ekoteologi Kemenag memberikan kerangka program yang siap pakai untuk menyatukan semua kekuatan itu menjadi gerakan sosial baru.

Dengan menjadikan rumah ibadah sebagai pusat edukasi, sekolah sebagai laboratorium ekologis, pemerintah daerah sebagai regulator, dan masyarakat adat sebagai penjaga kearifan lokal, 

Sulut bisa menjadi provinsi pertama yang benar-benar mempraktikkan ekoteologi secara sistematis. Kita sudah terlalu lama menjadikan banjir dan sampah sebagai “takdir”. 

Saatnya melihatnya sebagai tugas moral dan iman. Seperti ditegaskan dalam buku Ekoteologi Kemenag, merawat bumi adalah ibadah dan ibadah ini adalah yang paling relevan dengan masa depan anak cucu kita. 

Selamat Natal, semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved