Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Kepala SPPG Bunaken–Molas di Manado Buka Suara Terkait Keluhan Orang Tua Murid

“Awalnya memang jalan di 4.000 siswa, karena juknis awal begitu. Tapi kemudian berubah, maksimal hanya 3.000 siswa dan sistemnya juga ikut berubah,”

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Isvara Savitri
Tribun Manado/Isvara Savitri
KEPALA SPPG - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunaken–Molas, Vorianus BT, Kamis (16/4/2026). Ia angkat bicara terkait keluhan orang tua/wali murid mengenai penyaluran MBG Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara. 

“Jarak yang ditentukan itu sekitar 6 kilometer, tapi kami juga melayani wilayah Pandu yang jaraknya sampai 9–10 kilometer. Jadi memang memengaruhi distribusi,” ujarnya.

Kendala teknis lain seperti kerusakan kendaraan juga pernah terjadi dan menyebabkan keterlambatan hingga siang hari.

“Pernah juga terlambat sampai lewat pukul 12.00 Wita karena ban kendaraan pecah,” tambahnya.

Terkait sistem pendataan penerima manfaat, Vorianus menjelaskan bahwa setiap penambahan siswa harus melalui pengajuan proposal berbasis data melalui aplikasi Dialur yang terintegrasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua data harus jelas, mulai dari jumlah siswa laki-laki dan perempuan, jenjang pendidikan, hingga kelas. Karena itu berpengaruh pada anggaran,” jelasnya.

Ia juga mengimbau pihak sekolah untuk tidak meminta distribusi lebih awal secara bersamaan, karena dapat mengganggu sistem penyaluran yang sudah diatur.

Baca juga: Orang Tua Murid Keluhkan Kualitas Menu MBG dari SPPG Bunaken-Molas, Tak Bergizi hingga Pernah Basi

Baca juga: Orang Tua Murid Keluhkan Kinerja SPPG Bunaken-Molas di Manado, Kerap Tak Tepat Waktu

“Saya minta ke sekolah jangan semua minta duluan. Kalau semua mau lebih cepat, penyaluran tidak akan berjalan baik,” tegasnya.

Meski terdapat berbagai kendala, Vorianus memastikan bahwa secara umum pelaksanaan program MBG di wilayah Bunaken–Molas tetap berjalan dan mendapat dukungan dari sekolah maupun masyarakat.

“Untuk wilayah Molas, guru-guru dan masyarakat sangat mendukung. Tidak ada sekolah yang menolak program ini,” katanya.

Ia berharap ke depan adanya penyesuaian anggaran dan sistem yang lebih optimal agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai tujuan tanpa menimbulkan keluhan di masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved