Breaking News
Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Terungkap Manfaat Jalan Kaki 15 Menit Setelah Makan, Rahasia Sehat yang Sering Diabaikan

Aktivitas ringan ini dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil, menyehatkan jantung, hingga memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati.

TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis
JALAN SEHAT - Seorang pejalan kaki melintasi trotoar dengan guiding block yang terpasang di pinggir, di Jalan Diponegoro, Tuban, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). Hal itu dirasa dapat membahayakan para difabel. 

"Berjalan juga dapat memperbaiki kadar kolesterol total dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida," kata Kim.

“Efek positif ini, jika dilakukan dalam jangka panjang, membantu menjaga arteri tetap bersih dari plak penyebab serangan jantung,” lanjut dia.

Membantu turunkan berat badan

Meskipun intensitasnya ringan, berjalan kaki tetap efektif membantu menurunkan berat badan, terutama jika dilakukan secara rutin.

Sebab, tindakan ini termasuk bentuk olahraga ringan yang mudah dilakukan dan membantu pembakaran kalori.

Sebuah penelitian menunjukkan, dua kali jalan kaki singkat masing-masing 25 menit per hari lebih efektif mengurangi lemak perut dibanding satu kali jalan selama 50 menit.

“Berjalan setelah makan bisa membantu menciptakan defisit kalori yang penting untuk menurunkan berat badan,” ujar Viola.

Aktivitas ini juga membantu mengatur nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil di antara waktu makan.

Meningkatkan kualitas tidur

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Kesehatan Tidur (2020) oleh Alycia N. Sullivan Bisson disebutkan bahwa orang yang lebih aktif berjalan setiap hari cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik dan jarang terbangun di malam hari.

Penelitian ini menggunakan metode pengukuran terhadap 59 peserta asal Boston yang mengalami kesulitan tidur.

Mereka diminta berjalan kaki selama 4 minggu. Hasilnya, aktivitas fisik seperti berjalan kaki berperan besar dalam menentukan kualitas tidur seseorang ketimbang durasinya.

Artinya, seseorang yang rutin berjalan kaki mempunyai kualitas tidur lebih baik atau nyenyak.

“Berjalan setelah makan membantu mengatur ritme sirkadian dan memperlancar pencernaan, sehingga tubuh lebih siap untuk beristirahat,” jelas Viola.

"Aktivitas ringan ini juga dapat membantu Anda tertidur lebih cepat dan bangun dalam kondisi lebih segar," sambungnya.

Meningkatkan suasana hati dan mental

Berjalan kaki mendorong pelepasan hormon bahagia seperti endorfin yang membantu mengurangi stres dan depresi. 

“Berjalan dapat membantu mengurangi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol,” kata profesor ilmu gizi dan olahraga di University of Missouri, Jill Kanaley, PhD.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved