Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Komoditas Sulut

Update Komoditas Sulut Selasa 10 Juni 2025: Harga Cengkih dan Nilam Naik, Kopra Masih Stagnan

Pada Selasa 10 Juni 2025, harga dua komoditas unggulan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberi harapan baru.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Tribun Manado
HARGA KOMODITAS - Update Komoditas Sulut Selasa 10 Juni 2025: Harga Cengkih dan Nilam Naik, Kopra Masih Stagnan 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Kabar baik datang bagi para petani cengkih dan nilam di Sulawesi Utara.

Pada Selasa 10 Juni 2025, harga dua komoditas unggulan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberi harapan baru di tengah ketidakpastian pasar.

Sementara itu, harga kopra masih stagnan dan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Baca juga: Harum Nilam Kembali Semerbak, Harapan Petani di Picuan Minahasa Selatan Kian Menguat

Berikut update lengkap harga terbaru tiga komoditas unggulan di beberapa daerah Sulawesi Utara hari ini Selasa 10 Juni 2025:

Cengkih

Harga cengkih di kawasan Karombasan, Manado, saat ini bertahan di angka Rp 118 ribu per kilogram, menandai tren kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.

Toni, seorang pekerja di salah satu toko pengepul cengkih, menyebutkan bahwa meski belum naik drastis, harga cengkih saat ini sudah tergolong baik, terutama karena sedang bukan musim panen.

“Harga stabil tinggi, karena stok dari petani terbatas. Yang jual kebanyakan mereka yang simpan dari panen sebelumnya,” kata Toni.

Sebelumnya, harga cengkih berkisar antara Rp 116 ribu hingga Rp 117 ribu per kilogram.

Kini dengan tren positif ini, para petani berharap harga bisa terus menguat seiring menipisnya pasokan di pasar.

Selain menjadi komoditas unggulan Sulut, cengkih juga banyak digunakan dalam industri rokok kretek, pengobatan herbal, hingga sebagai rempah penyedap alami.

Kopra

Berbeda dengan cengkih, harga kopra masih menunjukkan stagnasi. Hingga Senin (9/6/2025), harga kopra tercatat Rp 22.000 per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp 22.500.

Pantauan Tribun Manado di kawasan Calaca, Pasar 45, menunjukkan bahwa meskipun harga belum membaik, pasokan dari petani tetap lancar.

“Belum berubah, masih Rp 22 ribu,” ujar Nia, penjaga toko pengumpul kopra.

Pasokan rutin masih datang dari wilayah Likupang, Manado Tua, Bunaken, hingga Kepulauan Talaud yang memang dikenal sebagai sentra penghasil kelapa di Sulut.

Minyak Nilam

Kabar menggembirakan datang dari Minahasa Selatan (Minsel), salah satu daerah sentra penghasil minyak nilam di Sulut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved