Tambang Nikel Raja Ampat
Tambang Nikel di Raja Ampat Jadi Sorotan, Begini Respon Pemerintah
Polemik penambangan nikel yang saat ini terjadi di Raja Ampat tengah menjadi sorotan publik.
Diungkapkan Andi, negara harus tetap selektif dalam memberdayakan potensi disetiap daerah.
Untuk itu, pihaknya beranggapan bahwa Raja Ampat adalah daerah yang harus mendapat perhatian khusus.
Karena itu, PB HMI meminta Menteri ESDM agar terbuka kepada rakyat terkait proses penerbitan IUP di Raja Ampat.
“Ini kan yang baru tampak ada 4 IUP nikel. Kita tidak tahu yang lain. Ini saja sudah bikin rusak. Pak Bahlil kami minta untuk terbuka bagaimana izin ini bisa terbit di tanah surga di dunia ini," ungkapnya.
Menurut Andi, Raja Ampat merupakan aset Indonesia yang secara luar biasa harus dijaga kondisinya.
Dia beranggapan penerbitan IUP di Raja Ampat sama dengan menghancurkan surga di Indonesia bagian timur.
“Raja Ampat ini surga yang diakui dunia. Disana penuh dengan kelimpahan, alam dan terumbu karang paling indah. Seluruh IUP tambang disana harus dicabut,” tegasnya.
Raja Ampat, destinasi wisata wajib dikunjungi
Dikutip dari Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat, wilayah Raja Ampat terdiri dari 4.6 juta hektar lautan, 1.411 pulau kecil, pulau karang atau atol, dan beting, yang mengelilingi empat pulau utama, yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool.
Dilintasi garis khatulistiwa, Raja Ampat memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di Bumi. Raja Ampat dikenal sebagai ‘jantung’ Segitiga Terumbu Karang Dunia.
Keindahan Raja Ampat tak perlu diragukan. Banyak media berskala internasional telah menobatkan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata terbaik yang wajib dikunjungi.
Raja Ampat dinobatkan menjadi situs selam atau diving terbaik dunia tahun 2015 versi CNN. Raja Ampat juga mendapat predikat "Must Visit Location" atau Destinasi yang Harus Dikunjungi pada 2023 dari Lonely Planet.
Terbaru dua media internasional, The New York Times dan National Geographic pun menobatkan Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata terbaik yang wajib dikunjungi.
“Berenanglah di antara ikan boxfish kuning tutul dan menyelamlah di antara kipas laut gorgonian ungu," kata Ratha Tep, penulis ulasan tersebut, dikutip dari Antara.
"Di daratan, jelajahi pantai-pantai terpencil yang dikelilingi oleh pohon kelapa atau berjalanlah ke dalam hutan untuk melihat burung cendrawasih Wilson yang mencolok dan langka,” imbuhnya.
Kepulauan Raja Ampat disebut sebagai "negeri laut ajaib" karena memiliki sekitar 500 jenis karang, lebih dari 1.000 spesies ikan karang, serta makhluk unik seperti pari manta, duyung, dan hiu zebra.
Spot snorkeling di Raja Ampat pun tersebar dan bisa dipilih oleh para turis. Dalam catatan Kompas.com, spot snorkeling di Raja Ampat yang bisa dicoba berada di Pulau Arborek, Desa Yenbuba, Desa Sawandarek, Pulau Friwen, Pulau Kri, Manta Sandy, Teluk Kabui, dan beragam spot snorkeling terbaik lainnya.
Pariwisata berbasis lingkungan
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Keputusan itu didukung dengan besarnya potensi alam bahari, keragaman tradisi budaya, dan perjalanan sejarah di gugusan pulau di kabupaten yang 80 persen wilayahnya adalah laut. Mulai 2008, sebagai kabupaten yang baru terbentuk tahun 2003, Raja Ampat getol membangkitkan industri pariwisatanya.
Sejumlah kampung wisata di Raja Ampat yang jadi daya tarik wisata seperti Yenwaupnor, Arborek, Yenbuba, Sawinggrai, dan Sawandarek. Keberadaan kampung wisata menjadi wahana keterlibatan masyarakat sebagai operator dan penyedia jasa wisata.
Kesadaran wisata dan kelestarian lingkungan perlu dibentuk dari kampung-kampung di Raja Ampat. Sebelum adanya pemekaran dari Kabupaten Sorong, tidak sedikit kapal penangkap ikan dari berbagai macam wilayah datang ke kawasan konservasi perairan Raja Ampat.
Sayangnya, mereka menangkap ikan dengan cara yang tidak bijak, yakni menggunakan bom ikan. Alhasil, terumbu karang di Perairan Raja Ampat rusak.
Karena marak, masyarakat setempat kerap berpatroli di perairan Raja Ampat sambil menjalani aktivitas sehari-hari mereka sebagai nelayan.
“Memang, dari awal kami jaga karang. Kalau ada bom, masyarakat tidak terima," kata Tetua Adat Maribeko di Kampung Friwen, Derek Wawiyai, saat ditemui di Kampung Friwen, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Jumat (7/6/2024).
Sebab, kata dia, masyarakat setempat sangat bangga memiliki terumbu karang yang sangat indah. Oleh karena itu, warga seringkali menangkap oknum tak bertanggung jawab yang menggunakan bom ikan, lalu membawanya ke kantor polisi.
Perlahan tapi pasti, industri pariwisata kian berkembang di Raja Ampat. Tahun 2008, turis asing yang datang hanya sekitar 2.000 orang. Kini, jumlah turis asing ke Raja Ampat pun terus bertambah hingga mencapai hampir 25.000 orang pada tahun 2024.
(Sumber Tribunnews/Kompas)
tambang nikel
Raja Ampat
Papua Barat Daya
pemerintah
Gerindra
Menteri Pariwisata
Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia
| Sempat Viral, Kini Tambang Nikel di Raja Ampat Kembali Beroperasi, Begini Respon Presiden Prabowo |
|
|---|
| Pemerintah Kini Cabut Izin 4 Perusahaan Tambang di Raja Ampat karena Lakukan Pelanggaran Ini |
|
|---|
| Sosok 4 Pemilik Tambang Nikel di Raja Ampat, dari Antam hingga Perusahaan China |
|
|---|
| Sosok Pemilik di Balik Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, Ramai Diberitakan Angkut Nikel Raja Ampat |
|
|---|
| Akhirnya Terungkap Pemilik Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, Diduga Angkut Nikel dari Raja Ampat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Pertambangan-nikel-merusak-ekosistem-di-Raja-Ampat.jpg)