Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus KDRT

Nasib Pilu Istri Disiram Air Keras oleh Suami hingga Cacat Seumur Hidup, Minta Keadilan

Seorang wanita di Banyuasin, Sumatera Selatan, harus menderita cacat seumur hidup.

Editor: Glendi Manengal
Kolase SRIPOKU.COM / Rachmad Kurniawan Putra
KDRT - Kondisi wajah dan tubuh Suryani (30) ibu rumah tangga asal Menten, Kecamatan Rambutan, Banyuasin Sumatera Selatan, Selasa (3/6/2025). Suryani minta tolong Kapolri untuk menangkap suaminya yang telah membuat dirinya cacat seumur hidup. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang wanita di Banyuasin, Sumatera Selatan, harus cacat seumur hidup.

Wanita tersebut bernama Suryani diketahui menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Akibat suami yang menyiramnya dengan air keras membuat dirinya cacat seumur hidup.

Kini Suryani meminta tolong ke Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk menangkap suaminya sendiri yang telah membuat dirinya cacat seumur hidup.

Hingga kini diketahui Suryani harus menanggung biaya pengobatan yang mencapai ratusan juta rupiah.

Karena tak mampu bayar, kini Suryani mencicil utangnya ke RS sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Kisah Suryani Korban Penyiraman Air Keras oleh Suami Sendiri 

Suryani tengah memperjuangkan keadilan untuk dirinya sendiri.

Dia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) setelah disiram air keras oleh suaminya sendiri.

Sebab kelakuan itu, ibu rumah tangga ini cacat seumur hidup.

Kasus ini diketahui berawal saat Suryani hendak mengantarkan anaknya ke sekolah.

Arpan tiba-tiba mengadang dan menyiramkan air keras ke wajah dan tubuhnya. 

Kejadian ini telah dilaporkan ke SPKT Polda Sumsel pada 22 November 2024.

Kini, demi mencari keadilan dan berharap pelaku segera ditangkap, Suryani didampingi oleh kuasa hukumnya dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ganta Keadilan Sriwijaya, Advokat Sapriadi Syamsudin SH MH.

Kondisi Terkini Suryani hingga Mencicil Biaya Pengobatan

Kuasa hukum Suryani, Sapriadi Syamsuddin, menjelaskan bahwa kondisi kliennya masih belum pulih total dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

"Masih bersama keluarganya di Banyuasin. Tidak ada aktivitas apa-apa hanya istirahat di rumah," ungkap Sapriadi pada Selasa (3/6/2025).

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved