Opini
Musik Kolintang dan Peran Media Sosial
Media memungkinkan musik untuk menjangkau lebih banyak orang dan mengurangi hambatan geografis dan sosial.
Oleh:
Ambrosius Markus Loho M.Fil
Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado
Pegiat Seni Tradisi
MUSIK adalah seni yang mengungkapkan rasa sang subjek/individu. Demikianlah musik itu, kendati sebagai ungkapan kedalaman diri manusia, dia benar-benar membawa dampak bagi si subjek/individu manusia itu. Sejalan dengan hal tersebut, musik juga diyakini, mampu memberi warna bagi kehidupan, bahkan dianggap sangat memengaruhi citra diri manusia karena dampak personal.
Bahkan seorang seniman yang bermusik, dengan segala keahliannya, mampu 'menghipnotis' pendengar, pengamat dan siapa saja dengan musik yang diciptakannya, sehingga musik dianggap berguna oleh semua.
Bandingkan pendapat Plato yang menyatakan bahwa musik memiliki kekuatan untuk membentuk jiwa manusia sesuai dengan citra dirinya sendiri. Ia percaya bahwa musik yang baik dapat membentuk karakter yang lebih baik, sementara musik yang buruk dapat merusak jiwa.
Di hadapan musik yang sangat berdampak itu, kita disuguhi realitas maraknya media sosial yang berseliweran di dunia maya. Tak kurang dari puluhan media sosial, telah melanglangbuana di dunia maya dan hal itu digunakan, dikonsumsi dan dimanfaatkan manusia untuk berbagai macam hal.
Di samping itu, terdapat juga media literasi lainnya, yang bisa digunakan untuk, bukan hanya menyebarkan, tapi melampaui itu, memopulerkan lewat penginformasian kepada publik, dalam bentuk berita terkait musik, karya musik dan atau hal terkait sosialisasi musik itu.
Itulah fakta yang ada, di mana musik dalam hidup sehari-hari 'berada'/bereksistensi di sekitar manusia'. Tak pelak, terhadap media-media ini para seniman dan pemusik termasuk pemusik tradisional seperti musik kolintang, menggunakannya untuk banyak hal seperti memopulerkan, mewartakan, membagikan, membangun (create), dan mengembangkan (bdk: hasil garapan musik, sering menjadi lebih bagus dalam hal bunyi, ketika diberi efek lewat media itu). Maka dari itu, hal tersebut di atas, sekurang-kurangnya terpentas dalam realitas yang ada saat ini.
Berpijak pada bingkai uraian di atas, hemat penulis yang terpenting adalah apa dampak media bagi musik khususnya musik tradisional kolintang?
Untuk menjawab terkait dampak media pada musik antara lain:
Pertama, meningkatan aksesibilitas. Media memungkinkan musik untuk menjangkau lebih banyak orang dan mengurangi hambatan geografis dan sosial.
Kedua, perubahan estetika. Media dapat memperkenalkan gaya musik baru, memengaruhi tren, dan mengubah preferensi musik.
Ketiga, pengaruh sosial. Lirik lagu dan musik dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sosial, politik, atau budaya, dan dapat memicu diskusi dan perubahan.
Keempat, komersialisme. Media dapat mengarah pada produksi musik yang lebih fokus pada keuntungan daripada nilai artistik, dan dapat menciptakan standar musik yang meragukan.
Kelima, pengaruh emosi. Media dapat menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih kuat dan intim, serta dapat memicu berbagai jenis emosi.
Akhirnya, media apapun bentuknya, akan sangat berperan bagi upaya untuk memopulerkan, menyosialisasikan, menyebarkan serta melanjutkan siar informasi terkait kekhasan dan kekayaan dari berbagai elemen seni musik dan tentu saja musik tradisional yang ada. Di sisi yang sama, media sangat dibutuhkan oleh musik untuk keberlanjutannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/SILAHTURAHMI-Gubernur-Sulut-Yulius-Selvanus-Komaling-YSKljkpip.jpg)