Perceraian di Sulut
Angka Perceraian di Sulut Tinggi, Pengamat Sosial Sebut Medsos Hanya jadi Kambing Hitam
Bahkan, sudah ada ratusan pasangan di Sulut yang berpisah meski baru memasuki bulan kelima di 2025.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Indry Panigoro
kolase tTribun Manado/hoFerdi Guhuhuku/Tribunmanado.co.id/Dok. Tribun Jogja (Kolase Tribun Manado)
PASUTRI CERAI - Kolase foto Meike Imbar, Pengamat Sosial Sulawesi Utara (Sulut) yang menyebut medsos hanya jadi kambing hitam dan kolase ilustrasi perceraian.
Salah seorang wanita yang enggan disebut namanya, bercerita, ia hendak mengurus cerai dari suaminya.
Sang suami ketahuan berselingkuh.
"Ia juga sudah tidak memberi nafkah pada saya dan anak saya," kata dia.
Si wanita mengaku sesungguhnya berat bercerai.
Pertimbangannya adalah sang anak.
"Tapi mau bagaimana lagi, saya harus move on, meski itu berat," katanya. (Nie/Art)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
Berita Terkait
Berita Terkait: #Perceraian di Sulut
Cerita di Minahasa Sulut, Pernikahan Kandas Setelah 10 Tahun: Antara Harapan dan Pengkhianatan |
![]() |
---|
Penyebab Angka Perceraian Meningkat di Sulawesi Utara Menurut Psikolog Klinis Hanna Monareh |
![]() |
---|
Ada 164 Perkara Perceraian di Kotamobagu Sulut Sepanjang 2024, Ini Penyebab Paling Banyak |
![]() |
---|
Angka Perceraian di Sulawesi Utara Tinggi, Ini Analisis dan Solusi Psikolog Preysi Siby |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.