Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perceraian di Sulut

Angka Perceraian di Sulut Tinggi, Pengamat Sosial Sebut Medsos Hanya jadi Kambing Hitam 

Bahkan, sudah ada ratusan pasangan di Sulut yang berpisah meski baru memasuki bulan kelima di 2025. 

Penulis: Nielton Durado | Editor: Indry Panigoro
kolase tTribun Manado/hoFerdi Guhuhuku/Tribunmanado.co.id/Dok. Tribun Jogja (Kolase Tribun Manado)
PASUTRI CERAI - Kolase foto Meike Imbar, Pengamat Sosial Sulawesi Utara (Sulut) yang menyebut medsos hanya jadi kambing hitam dan kolase ilustrasi perceraian. 

Juga tidak ada pasangan baik suami atau istri yang paripurna. 

Pasutri dipanggil untuk saling melengkapi satu dengan yang lain.

Jadi, jika pergaulan dimedsos melenceng ke arah negatif dan berujung pada divorce, itu menunjukkan manusia nya berumah tangga dengan "sumbu pendek" alias tidak dewasa, tidak matang, tidak siap menghadapi lika-liku berumah tangga. 

"Selain itu pasangan tersebut tidak paham koridor moral etika pernikahan," katanya lagi. 

Untuk mencegah atau menghindari perceraian, pasutri harus tetap tinggal dengan cintanya.

Menikah dengan orang yang dicintai, dan mencintai orang yang dinikahi sampai maut memisahkan.

Selain itu, dukungan keluarga dan lembaga keagamaan dalam mengawal keluarga keluarga muda itu sangat diperlukan. Dukungan bukan intervensi. 

"Dukungan moril memberikan energi bagi pasutri untuk terus maju dan bertahan dalam pergulatan berumahtangga," tandasnya. 

Di Manado, sebanyak 100 pasangan suami istri bercerai dalam selang waktu bulan Januari hingga Maret 2025.

Data yang dihimpun Tribunmanado.co.id, dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Manado, perceraian terbanyak terjadi pada Februari.

Sebanyak 35 pasangan bercerai. Pada bulan Januari, terjadi 34 kasus cerai.

Sedangkan pada Maret, 31 perceraian.

Kadisdukcapil Manado Erwin Kontu melalui seorang staf menuturkan, penyebab cerai macam macam.

Dari percekcokan, masalah ekonomi hingga orang ketiga.

"Paling banyak masalah percekcokan, KDRT dan ekonomi" kata dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved