Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Timur Tengah

Kelompok Militan Yaman Luncurkan Serangan Rudal yang Menargetkan Jet Tempur Amerika

Pejabat senior di Departemen Pertahanan AS melaporkan, rudal tersebut terbang di atas Laut Merah dekat Yaman.

Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado
ILUSTRASI: Rudal ATACMS yang dipasok AS ditembakkan dari lokasi yang dirahasiakan di Ukraina. Kelompok militan di Yaman yakni Ansarallah atau sering juga dikenal sebagai Houthi melakukan serangan yang menargetkan  jet tempur F-16 Amerika Serikat (AS) pada Rabu (23/2/2025). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok militan di Yaman yakni Ansarallah atau sering juga dikenal sebagai Houthi melakukan serangan yang menargetkan  jet tempur F-16 Amerika Serikat (AS).

Serangan tersebut berupa peluncuran rudal darat ke udara dan diklam untuk pertama kalinya dilakukan pada Rabu (19/2/2025),

Pejabat senior di Departemen Pertahanan AS melaporkan, rudal tersebut terbang di atas Laut Merah dekat Yaman.

Namun tembakan Houthi itu tidak  mengenai jet tempur F-16 AS.

“Jet itu terbang di lepas pantai Yaman di atas Laut Merah ketika SAM ditembakkan. Rudal itu tidak menyerang jet itu,” terangnya dalam laporan. 

Dilaporkan juga, di hari yang sama Houthi juga meluncurkan rudal lain di pesawat tak berawak MQ-9 AS.

Laporan media Fox News menyebut, "Ini adalah pertama kalinya Houthi menembakkan rudal SAM ke jet tempur F16 Amerika, eskalasi signifikan dalam interaksi militer yang sedang berlangsung antara kelompok yang didukung Iran dan AS. Angkatan Laut dan Angkatan Udara." 

Sementara itu, media Fox News juga menyebut, saat ini para pejabat tinggi militer AS sedang membahas pendekatan terbaik untuk menanggapi tindakan Ansarallah.

Pada bulan Januari 2025, Presiden AS Donald Trump kembali menyebut gerakan Ansarallah sebagai "Organisasi Teroris Asing".

Menurut Trump, Kegiatan Houthi mengancam keamanan warga sipil dan personel Amerika di Timur Tengah.

"Keselamatan mitra regional terdekat kami, dan stabilitas perdagangan maritim global,” kata Trump.

Pernyataan Ansarallah

Ansarallah dalam pernyataannya menyebut, penunjukan AS mencerminkan sejauh mana bias pemerintah saat ini terhadap entitas Zionis yang melakukan perampasan, mengutip Palestine Chronicle.

Kelompok tersebut juga mengatakan, bahwa seluruh populasi menjadi sasaran atas dukungan mereka untuk Palestina di Gaza.

Dengan slogan dukungan terhadap Gaza, Ansarallah menargetkan kapal (yang terafiliasi dengan Israel) berbulan-bulan yang dimiliki atau dioperasikan oleh entitas Israel.

Kapal-kapal yang mengangkut barang ke dan dari Israel di Laut Merah juga tak luput dari gangguan. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved