Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Timur Tengah

Sosok Khaled Meshaal, Kandidat Kuat Pemimpin Baru Hamas, Pernah Disuntik Racun Agen Mossad

Khaled Meshaal termasuk orang penting Hamas yang sejak lama masuk daftar buruan agen-agen Israel.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Tangkapan layar YouTube Kompas.com
Khaled Meshaal termasuk orang penting Hamas yang sejak lama masuk daftar buruan agen-agen Israel.  

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu nama mencuat ke permukaan sebagai kans kuat penggati Ismail Haniyeh sebagai pemimpin Hamas

Khaled Meshaal bukan wajah baru di dunia perjuangan Palestina melawan pendudukan Israel

Khaled Meshaal termasuk orang penting Hamas yang sejak lama masuk daftar buruan agen-agen Israel

Namanya pertama kali tenar pada tahun 1997 setelah agen-agen Israel menyuntiknya dengan racun di jalan di luar kantornya di ibu kota Yordania, Amman.

Maksud Israel jelas, yakni menghabisinya. 

Namun upaya tersebut gagal maning. 

Bagi Israel dan negara-negara barat, Hamas hanyalah kelompok teroris yang didukung Iran dan berupaya menghancurkannya. 

Bagi para pendukung Palestina, Meshaal dan pemimpin Hamas lainnya adalah pejuang pembebasan dari pendudukan Israel, menjaga perjuangan mereka tetap hidup ketika diplomasi internasional mengecewakan mereka.

Meshaal, 68 tahun, menjadi pemimpin politik Hamas di pengasingan setahun sebelum Israel mencoba melenyapkannya, sebuah jabatan yang memungkinkannya untuk mewakili kelompok Islam Palestina dalam pertemuan dengan pemerintah asing di seluruh dunia, tanpa hambatan oleh pembatasan perjalanan Israel yang ketat yang mempengaruhi pejabat Hamas lainnya.

Sumber Hamas mengatakan Meshaal diperkirakan akan dipilih sebagai pemimpin tertinggi kelompok tersebut untuk menggantikan Ismail Haniyeh, yang merupakan pemimpin tertinggi kelompok tersebut dibunuh di Iran pada dini hari Rabu, Teheran dan Hamas bersumpah akan membalas Israel.

Pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya, yang berbasis di Qatar dan memimpin perunding Hamas dalam perundingan gencatan senjata tidak langsung di Gaza dengan Israel, juga menjadi peluang bagi para pemimpin karena ia adalah favorit Iran dan sekutunya di wilayah tersebut.

 Hubungan Meshaal dengan Iran tegang karena dukungannya di masa lalu terhadap pemberontakan yang dipimpin Muslim Sunni pada tahun 2011 melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Israel telah membunuh atau mencoba membunuh beberapa pemimpin dan agen Hamas sejak kelompok tersebut didirikan pada tahun 1987 selama pemberontakan Palestina pertama melawan pendudukan Tepi Barat dan Gaza.

Meshaal telah menjadi tokoh sentral di puncak Hamas sejak akhir tahun 1990an, meskipun ia sebagian besar bekerja dari pengasingan yang relatif aman ketika Israel berencana membunuh tokoh-tokoh Hamas terkemuka lainnya yang berbasis di Jalur Gaza.

Setelah Yassin yang menggunakan kursi roda terbunuh dalam serangan udara pada bulan Maret 2004, Israel membunuh penggantinya Abdel-Aziz Al-Rantissi di Gaza sebulan kemudian, dan Meshaal mengambil alih kepemimpinan Hamas secara keseluruhan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved