Timur Tengah
Kisah Penganut Druze di Dataran Tinggi Golan, Setia ke Suriah, Tolak Kewarganegaraan Israel
Menurut keterangan Dewan Regional Majdal Shams kepada CNN, tak satu pun dari warga Druze yang tewas dalam serangan memiliki kewarganegaraan Israel.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ledakan yang disebabkan tembakan roket ke lapangan sepak bola di Kota Majdal Shams wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, membuat penasaran banyak orang terkait penduduk di wilayah tersebut.
Ledakan yang terjadi pada Sabtu 27 Juli 2024 ini menewaskan sedikitnya 12 anak.
Israel menuding kelompok Hizbullah ada di balik serangan tersebut yang langsung dibantah keras oleh kelompok militan yang berbasis di Lebanon itu.
Menurut keterangan Dewan Regional Majdal Shams kepada CNN, tak satu pun dari warga Druze yang tewas dalam serangan di lapangan sepak bola pada Sabtu lalu memiliki kewarganegaraan Israel.
Ternyata, Kota Majdal Shams adalah pusat bagi komunitas penganut ajaran Druze di Dataran Tinggi Golan.
Dan kebanyakan dari mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Suriah, bukan orang Israel.
Meski begitu, banyak para pemuda Druze yang direkrut jadi tentara oleh militer Israel.
Kelompok Druze di Dataran Tinggi Golan berbagi wilayah dengan sekitar 25.000 warga Yahudi Israel, yang tersebar di lebih dari 30 permukiman.

Druze
Druze merupakan sebuah sekte agama kecil di Timur Tengah yang dikenal dengan sistem doktrin yang eklektik atau beragam dan kohesi serta kesetiaan di antara para anggotanya yang memungkinkan mereka mempertahankan identitas dan keyakinan khasnya selama berabad-abad.
Pada abad ke-21, jumlah penganut Druze mencapai lebih dari satu juta orang dan sebagian besar tinggal di Lebanon, Suriah, dan Israel.
Druze merupakan agama monoteistik dan diimani secara diam-diam yang mengintegrasikan unsur-unsur Islam, Hindu, dan filsafat Yunani.
Robert Brenton Betts, dalam bukunya, The Druze in the Middle East: Their Faith, Leadership, Identity, and Status, menjelaskan bahwa Druze tidak memperbolehkan orang berpindah agama – baik dari atau ke agama itu - dan tidak boleh melakukan perkawinan campur.
Mereka juga tidak melakukan dakwah dan melestarikan praktik keagamaannya dalam komunitas.
Lebih dari 20.000 umat Druze tinggal di Dataran Tinggi Golan.
Kebanyakan dari mereka mengidentifikasi diri sebagai orang Suriah dan menolak tawaran kewarganegaraan Israel ketika Israel merebut wilayah itu tahun 1967.
Kelompok Militan Yaman Luncurkan Serangan Rudal yang Menargetkan Jet Tempur Amerika |
![]() |
---|
6 Sandera Tewas di Gaza Palestina, Warga Israel Gelar Demo Tuntut Gencatan Senjata Segera |
![]() |
---|
Sosok Khaled Meshaal, Kandidat Kuat Pemimpin Baru Hamas, Pernah Disuntik Racun Agen Mossad |
![]() |
---|
Atas Nama Palestina, Erdogan Isyaratkan Turki Bisa Kerahkan Militer Demi Hentikan Israel di Gaza |
![]() |
---|
Israel Rencana Bikin UU yang Sebut Badan PBB Urusan Palestina Organisasi Teroris, Ini Sikap RI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.