Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Naga Kuning
Tahun 1950, sejumlah warga Tionghoa di bawah pimpinan Soei Swie Goan (Nyong Loho) mendirikan Klub Sepak Bola Naga Kuning (Huang Lung).
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Yosadi mengenang Nyong Loho sebagai salah satu pembina olahraga profesional terkemuka dalam sejarah Manado.
Loho menghidupi dirinya dengan olahraga dan menghidupkan olahraga.
"Ia punya tokoh olahraga," kata dia.
Jejak Loho diteruskan sejumlah warga Tionghoa, salah satunya Hengky Wijaya.
Hengky pernah jadi manajer Persma di masa jayanya tahun 90-an.
"Kini banyak pula atlet dari cabor selain sepak bola yang jadi atlet serta pembina olahraga Sulut, semua terinspirasi Loho," kata dia.
Rohaniawan Ronny Loho mengaku Nyong Loho adalah cek (paman) nya.
Ia masih ingat kala sang Cek menuju ke tempat latihan bola bersama rekan-rekannya.
"Mereka jalan kaki menuju Sario untuk berlatih bola di sana," kata dia.
Pamannya menyediakan semua fasilitas latihan dari seragam, bola, hingga sepatu.
Para anak didik Loho berumur 10-17 tahun.
Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Pengendara Motor Tewas, Jatuh Lalu Tertabrak Truk
Baca juga: Daftar Bupati Terpilih di Jawa Barat yang Akan Dilantik pada 20 Februari 2025 Pascaputusan MK
"Anggotanya mulanya orang Tionghoa namun lama kelamaan banyak juga orang Manado yang bergabung," kata dia.
Seingatnya sang pekhu tidak menjadikan suku sebagai ukuran.
"Pokoknya yang jago ia pasang," kata dia.
Kala itu Ronny masih kecil dan hobi olahraga pula.
Namun ia tak memilih sepak bola.
"Saya pilih tenis meja," kata dia.
Banyak orang Tionghoa yang hobi olahraga.
Tenis meja termasuk yang banyak digemari.
"Saya tekuni ini sungguh-sungguh. Saya pernah ikut PON," kata dia.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Foto-sendiri-Kampung-Cina-Manado-diwaktu-malam.jpg)